Sidang pembacaan surat dakwaan anggota DPR Fraksi Golkar, Markus Nari. - Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Sidang pembacaan surat dakwaan anggota DPR Fraksi Golkar, Markus Nari. - Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Markus Nari Didakwa Memperkaya Diri USD1,4 Juta

Nasional korupsi e-ktp
Fachri Audhia Hafiez • 14 Agustus 2019 15:37
Jakarta: Anggota DPR Fraksi Golkar Markus Nari didakwa memengaruhi proses penganggaran dan pengadaan barang jasa paket penerapan KTP-elektronik tahun anggaran 2011-2013. Ia disebut memperkaya diri sendiri atau suatu korporasi sebesar USD 1,4 juta.
 
"Terdakwa melakukan atau turut serta melakukan secara hukum, melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi," ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ahmad Burhanuddin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 14 Agustus 2019.
 
Jaksa menilai perbuatan Markus dilakukan bersama sejumlah pejabat, di antaranya mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman, mantan pejabat Kemendagri Sugiharto, Sekjen Kemendagri Diah Anggraini, mantan Ketua Fraksi Golkar Setya Novanto, dan penyedia jasa pada Kemendagri Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga:Miryam Jadi 'Pintu Masuk' KPK Jerat Legislator Lain
 
Kemudian Ketua Konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) Isnu Edhi Wijaya, Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo, keponakan Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo selaku Direktur PT Murakabi Sejahtera dan Konsorsium Murakabi, serta Ketua Panitia Pengadaan Barang Jasa di Dirjen Dukcapil Kemendagri Drajat Wisnu Setyawan.
 
Perbuatan Markus diyakini telah merugikan keuangan negara sebesar Rp2,3 triliun. Perbuatan Markus diduga dilakukan sejak 2010 hingga 2013.
 
Atas perbuatannya, Markus didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif