Eks Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bersaksi untuk Mantan Ketua Umum PPP. - Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Eks Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bersaksi untuk Mantan Ketua Umum PPP. - Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Eks Menteri Agama Berkilah

Nasional OTT Romahurmuziy
Fachri Audhia Hafiez • 05 Desember 2019 00:11
Jakarta: Mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berkilah saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi mengenai rekomendasi Romahurmuziy (Romi). Romi merekomendasikan Haris Hasanudin agar mengisi jabatan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Jawa Timur.
 
Awalnya, JPU KPK Wawan Yunarwanto membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Lukman saat diperiksa penyidik. Dalam BAP, Lukman mengakui sudah merasa cocok dengan Haris. Padahal, terdapat empat nama termasuk Haris dalam seleksi Kakanwil Kemenag Jawa Timur.
 
"Terkait seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) yang sedang berlangsung, saya pernah menyampaikan kepada Sekretaris Jenderal Kemenag Nur Kholis yang pada intinya dari empat orang kandidat itu saya hanya cocok dengan Haris Hasanuddin, karena dia sudah menjabat sebagai Plt Kakanwil Jawa Timur," kata JPU Wawan membacakan BAP Lukman saat persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 4 Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Lukman, hal itu dia ungkapkan tak hanya saat membahas posisi Kakanwil Kemenag Jawa Timur. Itu adalah sebuah diskusi dengan Nur Kholis saat membahas sekitar 12 JPT lain. Nur Kholis saat itu juga mengisi jabatan sebagai ketua panitia seleksi JPT.
 
Ketika Nur Kholis menyodorkan empat nama, Lukman saat itu mengakui kinerja dan wawasan Haris kepada Nur Kholis. Namun, Lukman menilai hal itu ditanyakan dalam konteks siapa dari empat nama yang paling dikenal.
 
"Konteksnya dalam kaitannya ketika ditanya siapa yang dikenal. Maka saya katakan tentu saya tidak kenal tiga yang lain," ujar Lukman.
 
Lukman disebut dalam dakwaan Romi sebagai pihak yang turut bersama-sama menerima suap. Lukman diduga membantu pencalonan Haris, meski dia tak memenuhi syarat mengisi jabatan Kakanwil Kemenag Jawa Timur.
 
Dalam kasus ini, Romi didakwa menerima suap Rp325 juta dari eks Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin, dan Muafaq Wirahadi, Rp91,4 juta. Perbuatan itu bertentangan dengan posisinya sebagai anggota DPR periode 2014-2019 atau selaku penyelenggara negara.
 
Suap diterima mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu secara bertahap dari Januari-Maret 2019. Perbuatan rasuah ini diduga dilakukan bersama-sama dengan Lukman Hakim Saifuddin dalam pengangkatan jabatan Haris sebagai Kakanwil Kemenag Jawa Timur.
 
Romi didakwa melanggar Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.
 

 

(DMR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif