Ketua KPU Arief Budiman. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto
Ketua KPU Arief Budiman. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto

Kasus Wahyu Setiwan Mencederai Perjuangan KPU

Nasional kpu OTT KPK
Theofilus Ifan Sucipto • 16 Januari 2020 12:05
Jakarta: Kasus suap yang menjerat Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan disebut mencederai perjuangan KPU. Lembaga di bawah kepemimpinan Arief Budiman dianggap tanpa masalah dalam dua kali menggelar pemilu.
 
"Proses pengadaan barang dan jasa juga tidak masalah. Tapi ada peristiwa lain yang jadi musibah," kata Ketua KPU Arief Budiman di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Januari 2020.
 
Arief menyayangkan hal yang menimpa Wahyu. Kasus itu menjadi pukulan telak bagi KPU.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Peristiwa terakhir membuat kami sangat terpukul," ucap dia.
 
Arief meminta maaf kepada seluruh keluarga petugas pemilu yang gugur saat bertugas. Dia menegaskan akan berusaha keras menjaga integritas KPU.
 
"Dengan segala kekurangan KPU, saya minta maaf," kata dia.
 
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap tangan Wahyu pada Rabu, 8 Januari 2020. Wahyu diduga menerima suap untuk mengupayakan penggantian antarwaktu (PAW) calon anggota legislatif (caleg) PDI Perjuangan Harun Masiku.
 
KPK menyita Rp400 juta dalam pecahan mata uang dolar Singapura saat OTT di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Sebelumnya, Wahyu juga diduga telah menerima suap Rp200 juta.
 
Lembaga Antirasuah menetapkan empat tersangka dalam kasus ini. Wahyu Setiawan dan orang kepercayaannya sekaligus mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Agustiani Tio Fridelina, menjadi tersangka penerima suap.
 
Kader PDI Perjuangan Harun Masiku dan pihak swasta, Saeful, menjadi tersangka penyuap. Saeful merupakan staf di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan.
 

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif