Plh Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriani
Plh Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriani

KPK Dalami Dugaan Suap Pembangunan Menara Telekomunikasi

Nasional Suap Bupati Mustafa
Juven Martua Sitompul • 30 Juli 2018 21:03
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merampungkan pemerikaan dua petinggi Telkomsel. Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami kasus dugaan suap pengurusan izin pembangunan menara telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto tahun anggaran 2015.
 
Dari pemeriksaan dua petinggi yakni Manager Power Operation Telkomsel Freddy Tandiputra dan Vice President Planning Telkomsel Indra Mardiatna itu, penyidik menggali informasi soal aliran uang suap pihak swasta kepada Bupati Mojokerto nonaktif Mustafa Kamal Pasa (MKP).
 
"KPK mengonfirmasi pengetahuan para saksi terkait dengan peristiwa pemberian uang," kata Pelaksana Harian (Plh) Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati di Gedung KPK, Jakarta, Senin, 30 Juli 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Yuyuk tak menjelaskan lebih detail siapa saja pihak pemberi suap kepada Mustafa selain dua pihak swasta yang telah ditetapkan sebagai tersangka yaitu Permit and Regulatory Division Head PT Tower bersama Grup Ockyanto dan Direktur Operasi PT Protelindo Onggo Wijaya.
 
Selain menelisik pemberi suap ke Mustafa, KPK juga tengah mendalami keterlibatan korporasi dalam kasus suap izin pembangunan menara telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto pada 2015 tersebut.
 
Pendalaman mengenai keterlibatan korporasi ini juga mencuat setelah tim penyidik intensif memeriksa sejumlah petinggi PT Tower Bersama dan anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Profesional Telekomumikasi Indonesia (Protelindo).
 
Sepanjang proses penyidikan, KPK pun telah memeriksa Presiden Direktur PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk Herman Setya Budi, Direktur PT Tower Bersama Budianto Purwahjo Operation Maintenance PT Protelindo Handi Prabowo dan teranyar Division Head Finance and Treasury PT Tower Bersama Infrastructure Alexandra Yota Dinarwanti.
 
Baca: Bupati Lampung Tengah Kumpulkan Suap dari Rekanan Proyek
 
Untuk memperkuat bukti adanya keterlibatan pihak korporasi, tim penyidik bahkan menggeledah kantor PT Tower Bersama di The Convergence Indonesia dan kantor PT Protelindo di Menara BCA. Dari situ, sejumlah dokumen dan surat elektronik, termasuk rekening koran yang diduga berkaitan dengan kasus suap itu pun disita penyidik.
 
Bupati Mojokerto nonaktif Mustafa Kamal Pasa sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka dalam dua perkara, yaitu dugaan suap terkait izin pembangunan menara telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto pada 2015 dan gratifikasi.
 
Selain Mustafa, penyidik juga turut menetapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mojokerto Zainal Abidin, Permit and Regulatory Division Head PT Tower Bersama Grup Ockyanto, dan Direktur Operasi PT Protelindo Onggo Wijaya sebagai tersangka.
 
Dalam kasus suap pembangunan menara telekomunikasi, Mustofa diduga menerima suap sebesar Rp2,7 miliar. Sementara pada kasus dugaan gratifikasi terkait proyek di lingkungan pemerintahan Kabupaten Mojokerto, Mustofa bersama Zainal diduga menerima Rp3,7 miliar.
 

 

(FZN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif