KPK Periksa Enam Saksi di Polres Labuhanbatu
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Febri Diansyah. Foto MI Susanto.
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa enam saksi terkait kasus dugaan suap sejumlah proyek di Pemkab Labuhanbatu, Sumatera Utara. Pemeriksaan keenam saksi itu dilakukan di Polres Labuhanbatu.
 
"Hari ini enam saksi diagendakan diperiksa di Polres Labuhanbatu untuk para tersangka dalam kasus ini," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu, 8 Agustus 2018.
 
Menurut Febri, para saksi diperiksa terdiri dari sejumlah unsur pejabat Dinas PUPR Labuhanbatu dan pihak swasta. Para saksi diperiksa karena diduga mengetahui ihwal suap di Pemkab di Labuhanbatu.
 
Dalam kasus dugaan suap ini, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka. Mereka di antaranya, Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap dan orang kepercayaannya Umar Ritonga serta pemilik PT Binivan Konstruksi Abadi Effendy Syahputra.
 
Pangonal diduga telah menerima suap dari Effendy Syahputra berkaitan dengan sejumlah proyek di lingkungan Pemkab Labuhanbatu tahun anggaran 2018. Uang suap diterima Pangonal melalui Umar Ritonga.

Baca: Penahanan Bupati Labuhanbatu Diperpanjang

Hingga kini Umar Ritonga masih menjadi buron KPK. Febri meminta kepada masyarakat untuk segera melapor ke Polres Labuhanbatu jika mengetahui atau memiliki informasi terkait keberadaan Umar Ritonga.
 
"Jika ada pihak-pihak yang ingin memberikan informasi terkait keberadaan UMR dapat disampaikan langsung ke kantor kepolisian setempat," pungkas Febri.






(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id