Pansel Hakim MK: Semua di Tangan Presiden

Achmad Zulfikar Fazli 02 Mei 2018 16:19 WIB
mahkamah konstitusi
Pansel Hakim MK: Semua di Tangan Presiden
Anggota pansel dari kiri ke kanan: Zainal Arifin, Sukma Violetta, Harjono, Maruarar Siahaan, dan Mas Achmad Santosa/Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli
Jakarta: Panitia Seleksi (Pansel) Calon Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) memastikan tidak membatasi gander atau jenis kelamin dalam seleksi. Namun, keputusan akhir calon terpilih ada di tangan Presiden Joko Widodo.

"Nanti terakhir apakah ada prioritas perempuan atau tidak, itu semuanya di tangan Presiden," kata Ketua Pansel Calon Hakim MK Harjono pada jumpa pers di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta, Rabu, 2 Mei 2018.

Pansel bertugas menyeleksi dan mendapatkan satu nama pengganti Hakim Maria Farida Indrati yang nantinya disetujui Presiden.


Maria menjadi perempuan pertama yang menduduki posisi hakim konstitusi. Itu pula yang mendorong munculnya isu gender dalam pemilihan calon hakim MK.

Harjono menegaskan pansel tidak membeda-bedakan gander dalam memilih. Pansel hanya memberikan beberapa masukan buat Presiden sebelum menyetujui.

"Itu nanti kita jadi pertimbangan sendiri untuk sekali lagi ini menyampaikan kepada Presiden," ujar dia.

Pterpilihnya sesorang juga tergantung kualitas dan kuantitas pendaftar. Kesempatan pansel memilih juga jadi lebih luas jika yang mendaftar banyak.

"Oleh karena itu, tolong juga disosialisasikan bahwa kesempatan ini dibuka," ucap dia.



(OJE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id