PSI Nantikan Keberanian Bahar Smith
Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni. MI/Susanto.
Jakarta: Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni merespons sikap arogan Bahar Smith. Ia mempertanyakan keberanian Bahar ketika dipanggil Polisi.

"Saya kira kasus ini sudah mulai masuk ke pro justitia. Sudah ada yang melaporkan. Saya enggak tahu apakah dia seberani yang nampak di youtube atau kemudian dia meminta penundaan pemanggilan," kata Antoni di Posko Cemara, Jakarta Pusat, Senin, 3 Desember 2018.

Antoni menilai ujaran kebencian yang disampaikan Bahar terhadap Presiden Joko Widodo harus dipertanggungjawabkan. Apalagi, Bahar menolak meminta maaf setelah menghujat Kepala Negara.


Antoni berharap Bahar memenuhi panggilan Kepolisian. Sebagai warga negara yang baik, Bahar seharusnya mengikuti proses hukum yang berlaku.

Sebagai pelapor, Antoni tak khawatir dituding mengkriminalisasi ulama atas kasus ini. Karena, ia menilai tudingan kriminalisasi ulama belakangan jadi alat bertahan dari beberapa pihak tertentu saat menghadapi kasus hukum.

Ia lantas mempersilahkan masyarakat menilai sikap dan ucapan Bahar. Apakah hal tersebut menggambarkan Islam atau tidak.

"Saya kira orang melihat sendiri apalagi orang yang besar dalam tradisi islam ya, tahu bagaimana bagaimana umat islam berdakwah dengan cara yang baik," sebutnya. 

Seperti diketahui, kasus Bahar tengah bergulir di Bareskrim Polri. Bahar sebelumnya menolak meminta maaf atas isi ceramah yang menghina Jokowi.

"Kalau itu suatu kesalahan, demi Allah, saya Bahar bin Smith tidak pernah akan minta maaf dari kesalahan itu. Saya lebih memilih busuk di penjara daripada minta maaf. Allahu Akbar," kata Bahar.




(DRI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id