Novanto dan Sofyan Basir Bicarakan Proyek 35 Ribu Megawatt

Damar Iradat 02 November 2018 07:32 WIB
Korupsi PLTU Riau-1
Novanto dan Sofyan Basir Bicarakan Proyek 35 Ribu Megawatt
Setya Novanto saat menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Foto: MI/Bary Fathahilah.
Jakarta: Mantan Ketua DPR RI Setya Novanto mengaku sempat membahas proyek listrik 35 ribu megawatt bersama Direktur Utama PT PLN (Persero). Namun, dia berdalih pembicaraan itu tidak untuk cawe-cawe dalam proyek tersebut.

Novanto yang dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Bos Blackgold Natural Resoursce Limited Johannes Budisutrisno Kotjo itu mengatakan, awalnya, dia sempat mempertanyakan kelanjutan proyek 35 ribu megawatt kepada Sofyan saat bertemu di Istana Negara. Sebab, menurutnya, saat Komisi VII menyebut dari target 35 ribu megawatt, baru terlaksana 11 ribu megawatt.

"Saya tanya, 'Pak itu benar (baru 11 ribu Megawatt) kok segitu?', dijawab 'Wah tidak benar. Nanti saya ketemu Pak Nov, saya jelaskan detailnya'" kata Novanto menirukan percakapannya dengan Sofyan saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 1 November 2018.


Beberapa waktu kemudian, kata Novanto, Sofyan bersama Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih menyambangi kediamannya. Saat itu turut hadir Direktur Pengadaan Strategis 1 PLN Supangkat Iwan Santono.

Dalam kesempatan itu, Sofyan menjelaskan jika sebetulnya proyek 35 ribu megawatt sudah mencapai 27 ribu megawatt. Oleh karena itu, Novanto mengusulkan agar pemberitaan soal capaian itu perlu diberitakan besar-besaran di media.

Novanto juga menjelaskan, dalam pertemuan itu tidak membahas sama sekali proyek PLN. Dia juga mengaku saat itu Sofyan tak menjelaskan tentang proyek PLTU Riau-I.

Jaksa kemudian mengonfirmasi kenapa pertemuan itu harus digelar di kediamannya. Menurut Novanto, hal tersebut lazim dilakukan.

"Memang pejabat itu hampir rata-rata menjelaskan kalau ke rumah," tuturnya.

Jaksa juga mencecar Novanto soal keterangan Sofyan di persidangan pekan lalu yang menyebut Novanto sempat meminta proyek PLN. Ia berdalih, saat itu bukan meminta proyek, lebih kepada meminta penjelasan kepada Sofyan.

Sebab, menurut dia, saat itu sempat ramai dibahas dalam rapat-rapat di DPR soal proyek PLN yang dibatalkan di Jawa. "Saya pertanyakan, 'Loh kenapa berhenti pak Sofyan? itu kan proyek strategis, karena proyek ini bisa dikerjakan sendiri oleh PLN, lalu nanti bagaimana bisa diberikan lagi atau bagaimana kita kerjakan sendiri Pak', itu megnenai Jawa," tegasnya.

Dalam sidang pekan lalu, Sofyan yang dihadirkan sebagai saksi mengaku sempat diajak ke kediaman mantan Ketua DPR Setya Novanto. Pada pertemuan itu, Novanto mengaku tertarik untuk menggarap salah satu proyek pembangkit listrik yang digarap oleh PLN.

Sofyan mengaku saat itu Novanto sempat menanyakan soal kemungkinan dirinya ikut dalam proyek 35 ribu megawatt, salah satunya Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap Jawa-3. Dia menolak.

Sofyan mengaku memberikan alternatif lain kepada Novanto. Dia lantas menyebut beberapa proyek lain di luar pulau Jawa.



(AZF)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id