juru bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Chaidir Hasan Bamukmin. Foto: ANT/Sigid Kurnaiwan
juru bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Chaidir Hasan Bamukmin. Foto: ANT/Sigid Kurnaiwan

Novel Bamukmin Berkelit

Nasional Ninoy Karundeng
Kautsar Widya Prabowo • 11 Oktober 2019 03:00
Jakarta: Juru bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin mengaku tidak berada di Masjid Al-Falah yang diduga sebagai tempat penyiksaan relawan Joko Widodo (Jokowi) Ninoy Karundeng. Saat kejadian pada 30 September 2019, ia mengaku tengah menjalani aktivitas yang tidak terkait dengan penganiyaan Ninoy.
 
"Adapun keterangan Pak Kabid Humas (Kombes Argo Yuwono) yang dibilang ada habib (Novel) melalui CCTV, ya ada memang, tapi bukan pada saat kejadian tersebut," ujar kuasa hukum Novel, Krist Ibnu di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 10 Oktober 2019.
 
Ia menambahkan terkait pemanggilan habib yang muncul dalam video penganiyaan Ninoy, Krist memastikan jika itu tidak merujuk kepada kliennya. Ia menilai, panggilan habib di sekitar masjid merupakan hal wajar

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi habib ini memang statusnya adalah ulama, sehingga memang dipandang untuk diminta keterangannya," tuturnya Krist.
 
Lebih lanjut, Novel selesai menjalani pemeriksaan penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya selama kurang lebih tujuh jam. Ia pun dicecar sebanyak 33 pertanyaan.
 
Novel diperiksa oleh penyidik terkait kasus dugaan penganiayaan dan penculikan yang dialami oleh pegiat media sosial, dan relawan Jokowi, Ninoy Karundeng. Selain Novel, Polisi juga memeriksa pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Al-Falah Iskandar. Dia juga bakal dimintai keterangan sebagai saksi terkait kasus yang sama.
 
Polda Metro Jaya menetapkan 13 tersangka terkait kasus dugaan penganiayaan Ninoy Karundeng. Tiga dari belasan orang tersangka itu dijerat menggunakan UU ITE. Mereka terbukti merekam dan menyebarkan video Ninoy saat diinterogasi orang tak dikenal.
 
Sedangkan, tersangka AA, ARS, YY, RF, Baros, S, TR, SU, ABK, IA, R, Fery alias F, dan Sekretaris Persaudaraan Alumni (PA) 212 Bernard Abdul Jabbar, dijerat dengan Pasal 170 KUHP dan Pasal 335 KUHP.
 

 

(DMR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif