Juru bicara KPK Febri Diansyah. ANT/Reno Esnir.
Juru bicara KPK Febri Diansyah. ANT/Reno Esnir.

KPK Minta Garuda Jelaskan Status Onderdil Harley-Davidson

Nasional kpk garuda indonesia
M Sholahadhin Azhar • 04 Desember 2019 18:47
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta PT Garuda Indonesia menjelaskan pengangkutan onderdil Harley-Davidson dan sepeda merek Brompton saat serah terima pesawat di Perancis. KPK tak ingin masalah ini menjadi polemik.
 
"Saya kira akan lebih baik jika informasi ini dijelaskan secara terbuka agar tidak ada kekeliruan pemahaman," kata Juru Bicara KPK Febri kepada wartawan, Rabu, 4 Desember 2019.
 
KPK ingin mengetahui status onderdil motor dan sepeda itu, berhubungan dengan pemesanan pesawat atau tidak. Berdasarkan informasi yang diterima, barang tersebut dikaitkan dengan keberadaan direksi PT Garuda saat serah terima pesawat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jika ada kekhawatiran benda tersebut sebagai pemberian pada pegawai negeri atau penyelenggara negara, maka tentu ada risiko gratifikasi di sana," kata Febri.
 
Febri berharap direksi Garuda menolak pemberian barang tersebut jika berpotensi sebagai gratifikasi. Jika terpaksa menerima, direksi terkait bisa berkoordinasi dengan KPK.
 
"Jika diberikan secara tidak langsung dan dalam keadaan tidak dapat menolak saat itu juga, maka menurut undang-undang wajib dilaporkan ke KPK dalam jangka waktu 30 hari kerja," kata Febri.
 
Manajemen Garuda Indonesia mengeklaim onderdil Harley-Davidson dan dua unit sepeda Brompton yang diduga diselundupkan menggunakan Airbus A330-900 bukan milik direksi perusahaan.
 
Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan mengatakan barang tersebut milik salah satu petugas on board yang saat itu bertugas menjemput armada baru perusahaan yang didatangkan dari Toulouse, Prancis.
 
"Bukan (direksi). Tapi dia petugas yang memang menjemput pesawat dari sana. Jadi dia petugas yang on board dalam pesawat," kata Ikhsan.
 
Ikhsan mengatakan barang itu merupakan tanggung jawab penumpang atau petugas yang membawa onderdil Harley-Davidson dan sepeda Brompton tersebut. Hal ini bukan tanggung jawab perusahaan.
 
"Kita tidak melihat itu tanggung jawab perusahaan secara umum. Tapi dia bawaan individu masing-masing," ujar Ikhsan.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif