Gedung KPK. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Gedung KPK. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Rumah Dirjen Kemensos Digeledah Terkait Kasus Bansos

Nasional kpk kasus korupsi Korupsi Bansos Covid-19 Juliari P Batubara
Candra Yuri Nuralam • 13 Januari 2021 18:25
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi menggeledah rumah Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Kementerian Sosial (Kemensos) Pepen Nazaruddin. Upaya itu untuk mencari barang bukti kasus dugaan korupsi pengadaan bantuan sosial (bansos) pada 2020. 
 
"Lokasinya di Prima Harapan Regency B4, Nomor 18, Bekasi Utara, Kota Bekasi," kata pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri pada keterangan tertulis, Rabu, 13 Januari 2021.
 
Menurut dia, penggeledahan masih berlangsung. Dia belum mengetahui apakan ada barang maupun dokumen yang disita dari penggeledahan itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Risma Minta KPK Pantau Ketat Penyaluran Bansos Tunai Covid-19
 
"Perkembangannya akan kami informasikan lebih lanjut," ujar Ali.
 
Sementara itu, Pepen hari ini dipanggil KPK. Ali menyebut Pepen diperiksa sebagai saksi.
 
Mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara menjadi tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan bansos sembako covid-19 di Jabodetabek pada 2020. Kasus ini juga menjerat empat tersangka lain, yakni dua pejabat pembuat komitmen (PPK) Kemensos Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso, serta pihak swasta Ardian IM dan Harry Sidabuke. 
 
KPK menduga kongkalikong para tersangka membuat Juliari menerima Rp17 miliar dari dua periode pengadaan bansos sembako. Kasus ini terungkap bermula dari penangkapan Matheus. KPK mengendus pemberian uang dari para tersangka dan sejumlah pihak, salah satunya kepada Juliari.
 
Penyerahan uang dilakukan pada Sabtu dini hari, 5 Desember 2020. Fulus Rp14,5 miliar dari Ardian dan Harry itu disimpan dalam tujuh koper, tiga tas ransel, dan amplop kecil. 
 
Juliari disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
 
Matheus dan Adi disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 huruf (i) UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
 
Sementara itu, Ardian dan Harry disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif