Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). MI
Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). MI

KPK Periksa Dirut PT Hutama Karya Aspal Beton

Nasional kpk kasus korupsi
Candra Yuri Nuralam • 04 Januari 2021 13:33
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Direktur Utama PT Hutama Karya Aspal Beton Dindin Solakhudin. Dia dimintai keterangan terkait kasus dugaan korupsi perizinan di Kota Cimahi sepanjang 2018 sampai 2020 yang menjerat Wali Kota nonaktif Cimahi Ajay Muhammad Priatna (AJM).
 
"Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka AJM," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin, 4 Januari 2021.
 
KPK memanggil Dindin karena dinilai mengetahui seluk beluk rasuah yang dilakukan Ajay. Keterangannya akan digunakan penyidik untuk penguatan bukti.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ajay diduga menerima Rp1,661 miliar dari kesepakatan awal Rp3,2 miliar. Pemberian uang terkait izin mendirikan bangunan (IMB) yang diajukan RS Umum Kasih Bunda.
 
Baca: KPK Sita Dokumen Korupsi Wali Kota Cimahi
 
Pemberian uang sejak 6 Mei 2020. Sedangkan pemberian terakhir pada Jumat, 27 November 2020 sebesar Rp425 juta.
 
Ajay sebagai penerima suap dijerat Pasal 12 Huruf a atau Pasal 12 Huruf b atau Pasal 11 dan/atau Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.
 
Sementara itu, Komisaris RS Umum Kasih Bunda Hutama Yonathan  sebagai pemberi suap dijerat Pasal 5 Ayat (1) Huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) Huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif