Tangkapan layar Metro TV
Tangkapan layar Metro TV

Breaking News

Adelin Lis Tertangkap secara Kebetulan, Perlakuan terhadap Buronan Harus Dievaluasi

MetroTV • 19 Juni 2021 21:21
Jakarta: Penangkapan buronan Adelin Lis disebut karena kebetulan. Kebetulan Imigrasi Singapura bisa menangkap Adelin karena kasus pemalsuan paspor. Jika tidak, ada kemungkinan Adelin masih buron.
 
"Saya melihat, (penangkapan) ini secara kebetulan yang terjadi pada Adelin Lis," kata Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, dalam wawancara dengan Metro TV, Sabtu, 19 Juni 2021. 
 
Beruntung Pemerintah Singapura mau menyerahkan Adelin Lis ke Indonesia. Dengan begitu, Adelin bisa langsung diterbangkan ke Jakarta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ke depan, Hikmahanto menyarankan otoritas hukum di Indonesia untuk membenahi cara pengejaran atas buronan. Imigrasi bisa memulai dengan bekerja sama dengan Imigrasi dari negara lain.
 
"UU memungkinkan Imigrasi kita untuk mencabut paspor para buronan yang diancam hukuman lima tahun ke atas," kata Hikmahanto.
 
Cara ini membuat otoritas kita tak perlu lagi melakukan ekstradisi begitu buronan itu ditangkap oleh otoritas negara lain. "Jika diketahui paspor itu milik buronan, maka pada saat itulah otoritas keimigrasian setempat akan melakukan deportasi. Jadi, tak perlu lagi perjanjian ekstradisi," jelas dia.
 
Hikmahanto berharap aparat penegak hukum di Indoensia mulai mengidentifikasi siapa saja buronan yang lari ke luar negeri. Sehingga, otoritas keimigrasian di negara lain bisa memberi tanda. 
 
"Nah, begitu teridentifikasi, bisa langsung diproses," ujar dia.
 
Baca: Tiba di Jakarta, Adelin Lis Dijemput Langsung Jaksa Agung
 
Adelin Lis dikenal sebagai buronan berisiko tinggi. Ia sudah 13 tahun dicari oleh Kejaksaan Agung. Adelin terjerat kasus pembalakan liar dan tertangkap di Singapura pada 14 Maret 2021 karena pemalsuan paspor.
 
Dia pernah melarikan diri ke RRC dan ditangkap KBRI pada 2006. Sehari kemudian, adelin melarikan diri setelah puluhan orang tak dikenal mengeroyok empat petugas KBRI yang mengawalnya. Namun, setelah itu dia kembali bisa ditangkap setelah dibantu kepolisian Beijing.
 
Pada 2008 Adelin kembali melarikan diri sampai tertangkap lagi Maret 2021 ini di Singapura. Sebelum buron, Adelin dipidana 10 tahun penjara, denda Rp1 miliar rupiah, dan uang penganti Rp199 miliar untuk kasus tindak pidana korupsi. (Mentari Puspadini/Aulya Syifa Sagita)
 
(UWA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif