Ilustrasi KPK. Medcom.id/Fachri Auhdia Hafiez
Ilustrasi KPK. Medcom.id/Fachri Auhdia Hafiez

Seorang Pendeta Diperiksa Terkait Kasus Nurhadi

Nasional mahkamah agung Kasus Suap Suap di MA
Fachri Audhia Hafiez • 29 Juni 2020 12:07
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil seorang pendeta, James Palk. Dia bakal diperiksa terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi pada penanganan perkara di Mahkamah Agung (MA) pada 2011-2016.
 
"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka NHD (eks Sekretaris MA Nurhadi)," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Senin, 29 Juni 2020.
 
KPK juga memanggil dua orang wiraswasta, Handi Kusworo dan Kasirin. Ali tak memerinci kaitan ketiga saksi terhadap Nurhadi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketiganya diduga kuat mengetahui rasuah yang dilakukan Nurhadi. Pemeriksaan juga untuk melengkapi berkas penyidikan Nurhadi.
 
Nurhadi diduga menerima suap Rp33,1 miliar dari Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto lewat Rezky. Suap dimaksudkan memenangkan Hiendra dalam perkara perdata kepemilikan saham PT MIT. Nurhadi juga diduga menerima sembilan lembar cek dari Hiendra terkait peninjauan kembali (PK) perkara di MA.
 
(Baca: KPK Selisik Aliran Dana ke Istri Nurhadi)
 
Nurhadi juga diduga mengantongi Rp12,9 miliar dalam kurun waktu Oktober 2014 sampai Agustus 2016. Gratifikasi diduga terkait pengurusan perkara sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK di MA serta permohonan perwalian.
 
Nurhadi dan Rezky disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 5 ayat (2) lebih subsider Pasal 11 dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Sementara itu, Hiendra disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b subsider Pasal 13 Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.
 

(REN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif