Mantan atlet bulu tangkis Taufik Hidayat saat diperiksa KPK/Medcom.id/Juven Martua Sitompul
Mantan atlet bulu tangkis Taufik Hidayat saat diperiksa KPK/Medcom.id/Juven Martua Sitompul

Kuasa Hukum Imam Nahrawi Ultimatum Taufik Hidayat

Nasional kasus korupsi
Juven Martua Sitompul • 16 Mei 2020 17:54
Jakarta: Kuasa hukum mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, La Ode Umar Bonte menyesalkan sikap legenda bulutangkis Indonesia, Taufik Hidayat. Sebab, sikap Taufik seolah sok ‘suci’ usai dihadirkan sebagai saksi dalam sidang perkara dugaan suap dana hibah KONI.
 
Apalagi di beberapa kesempatan, Taufik mengaku hanya menjadi perantara uang untuk asisten pribadi Imam Nahrawi, Miftahul Ulum. Padahal, fakta persidangan justru menunjukkan Taufik menerima aliran dana Rp1 miliar dari Satlak Prima Kemenpora.
 
"Jadi ada motivasi apa dia ngomong seperti itu di media, menantang kalau dia sangat suci begitu, sebelum pemeriksaan saksi dia nggak ngomong apa-apa. Terus setelah pemeriksaan saksi dia ngomong kaya gitu, seolah-olah dia sangat suci gitu loh," kata Umar Bonte kepada awak media, Jakarta, Sabtu, 16 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Taufik yang juga Wakil Ketua Satlak Prima membantah menerima uang. Uang itu, kata dia, hanya dititipkan untuk diserahkan kepada pihak lain.
 
Baca:KPK Minta Taufik Hidayat Laporkan 'Tikus' di Kemenpora
 
Taufik menyebut siapa pun menterinya, olahraga Indonesia tidak akan maju. Alasannya, masih banyak 'tikus' yang bersemayam di Kemenpora.
 
Umar Bonte mengatakan berdasarkan fakta persidangan, sejumlah saksi telah membantah keterangan Taufik yang mengeklaim hanya menjadi kurir. Menurutnya, fakta persidangan justru mengungkap Taufik menerima uang tersebut.
 
"Dia itu menerima aliran dana dari satlak prima sebesar Rp1 miliar. Tapi yang dia bongkar di luar seolah dia perantara. Itu tidak fair. Fakta persidangan kenyataannya, saksi itu membantah dia menjadi perantara uang, tapi dia sendiri yang menerima uang di rumahnya. Kesaksian orang itu tidak bisa diabaikan karena disumpah," kata dia.
 
Umar Bonte meminta KPK mengembangkan perkara ini dengan mendalami fakta persidangan mengenai aliran uang ke Taufik. KPK seharusnya telah mengetahui mengenai aliran dana tersebut saat pemeriksaan saksi di tahap penyidikan.
 
"Kami sangat menyayangkan jika nanti fakta persidangan itu tidak diproses lebih lanjut oleh KPK. Padahal semestinya tanpa harus menunggu fakta persidangan terlebih dahulu, KPK sudah bisa memproses Taufik, sebab pemeriksaan saksi saksi itu dilakukan di KPK sebelum dipersidangkan,” ucap dia.
 
Tak hanya itu, menurut Umar Bonte, berdasarkan fakta persidangan Taufik telah mengakui bahwa dirinya tidak pernah mendapatkan perintah dari Menpora untuk menjadi perantara penerimaan uang Rp1 miliar tersebut.
 
"Artinya berdasarkan kesaksiannya sendiri di bawah sumpah, Imam Nahrawi tidak pernah memerintahkan Taufik Hidayat untuk menjadi perantara dalam urusan uang haram apapun," ucap dia.
 
Umar Bonte pun mengingatkan agar Taufik tidak merasa dirinya terlalu suci. Dia meminta Taufik tidak menyanyi di air keruh.
 
“Untuk saat ini kami menunggu pemeriksaan saksi secara keseluruhan dan kami menilai perlu ada terobosan serius KPK terhadap saudara Taufik Hidayat," tegas dia.
 

(ADN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif