Masyarakat Diminta Waspada Penyebaran Buletin Digital ISIS

Ilham wibowo 18 Mei 2018 16:53 WIB
terorisme
Masyarakat Diminta Waspada Penyebaran Buletin Digital ISIS
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto--Medcom.id/Ilham Wibowo
Jakarta: Masyarakat dinilai perlu waspada terhadap konten radikal yang disebarkan simpatisan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) melalui buletin digital. Seluruh konten bermuatan radikal diminta segera untuk dihapus. 

"Enggak usah disebarluaskan, kalau terima (buletin digital ISIS) hapus saja," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto, di kantornya, Jumat, 18 Mei 2018. 

Penyebar konten bermuatan radikal bisa terancam pelanggaran pidana dalam Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Setyo meminta masyarakat cermat dan melakukan pengecekan ulang agar tak terpapar paham radikal. 


"Pokoknya yang menyebarkan berita-berita enggak jelas sumbernya dan terkait dengan Sara, ujaran kebencian kita akan proses sesuai dengan undang-undang yang berlaku," tuturnya. 



Polri sudah menyelidiki penyebaran buletin digital yang diklaim diterbitkan dari Daulah Islam itu. Media sosial bakal terus dipantau lantaran menjadi sarana penyebaran aksi terorisme. 

"Bukan (dibuat di sini), itu ada orang Indonesia di Suriah sana pakai digital," ucapnya. 

Sebelumnya, beredar buletin digital bertajuk Al Fatihin edisi 10, Senin 28 Syaban 1439 H. Konten buletin berisi pemberitaan sejumlah aksi terorisme yang terjadi di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Artikel yang dimuat dalam 14 halaman itu juga menyerukan ajakan radikal. 



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id