Ilustrasi pengumpulan bukti. Medcom.id/M Rizal
Ilustrasi pengumpulan bukti. Medcom.id/M Rizal

Kejagung Tetapkan 2 Tersangka Baru di Kasus Gratifikasi Eks Dirut BTN

Nasional Kasus Suap kasus korupsi BTN kejaksaan agung
Siti Yona Hukmana • 09 Oktober 2020 23:05
Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan dua tersangka baru dalam kasus dugaan gratifikasi mantan Direktur Utama (Dirut) Bank Tabungan Negara (BTN) Maryono. Mereka ialah menantu Maryono, Widi Kusuma Purwanto, dan Komisaris Utama PT Titanium Property Ichsan Hasan.
 
"Dengan adanya dua alat bukti permulaan yang cukup, maka dua orang yang awalnya diperiksa sebagai saksi kemudian ditetapkan sebagai tersangka yang ketiga dan keempat dalam perkara itu," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejagung Hari Setiyono di Kejagung, Jakarta Selatan, Jumat, 9 Oktober 2020.
 
Baca:Diduga Makelar Suap, Menantu Eks Dirut BTN Diperiksa

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain menantu Maryono, Widi merupakan Direktur Keuangan PT Megapolitan Smart Service. Dugaan keterlibatan Widi muncul karena penerimaan uang gratifikasi Maryono mengalir lewat rekeningnya.
 
Sebelum memperoleh fasilitas kredit dari BTN cabang Samarinda pada 9 September 2014, PT Pelangi Putera Mandiri pernah mengiris fulus kepada Widi dengan total transaksi sebesar Rp2,257 miliar. Uang itu dikirim Rahmat Sugandi, karyawan PT Pelangi Putra Mandiri.
 
Pada 31 Desember 2013, PT Titanium Property mendapatkan fasilitas kredit dari BTN kantor cabang Jakarta Harmoni sebesar Rp160 miliar berdasarkan Salinan Akta Perjanjian Kredit Nomor 64 tanggal 31 Desember 2013. Uang itu untuk pembiayaan pembangunan tiga tower Apartement Titanium Square.
 
Baca: Menantu Mantan Dirut BTN Mangkir Dipanggil Kejagung
 
Fasilitas kredit tersebut telah direstrukturisasi pada 30 November 2017. Kejagung tengah mencari tersangka dari pihak PT Titanium Property dengan memeriksa Ichsan Hasan.
 
Kejagung menemukan beberapa transaksi keuangan yang mencurigakan dari Ichsan kepada Widi. Total transaksinya sebesar Rp870 juta. Rinciannya Rp500 juta dikirim pada 22 Mei 2014, Rp250 juta pada 16 Juni 2014, dan Rp120 juta pada 17 September 2014.
 
"Keberhasilan pemberian fasilitas kredit kepada dua perusahaan itu diduga atas peran serta Maryono selaku Direktur Utama PT BTN (Persero)," imbuh Hari.
 
Total sudah empat tersangka dalam kasus gratifikasi ini. Maryono dan Direktur PT Pelangi Putra Mandiri Yunan Anwar telah ditahan.
 
Baca: Gratifikasi Eks Dirut BTN, Keterlibatan Direksi Lain Didalami
 
Widi disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 5 ayat (2) jo ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Sementara Ichsan disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif