Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Empat Saksi Kasus Proyek Fiktif Waskita Karya Kompak Mangkir

Nasional kpk kasus korupsi waskita karya Korupsi di PT Waskita Karya
Fachri Audhia Hafiez • 27 Oktober 2020 23:19
Jakarta: Sebanyak empat saksi kasus dugaan korupsi pengerjaan subkontraktor fiktif pada proyek PT Waskita Karya (Persero) mangkir panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Belum diketahui alasan mangkirnya mereka.
 
"Penyidik belum memperoleh keterangan terkait ketidakhadiran para saksi," kata pelaksana tugas (plt) juru bicara bidang penindakan KPK, Ali Fikri, saat dikonfirmasi, Selasa, 27 Oktober 2020.
 
Keempat saksi itu adalah mantan Bupati Wakatobi, Hugua, dan mantan Direktur Utama PT Translingkar Kita Jaya, Bambang Hartanto. Keduanya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya Yuly Ariandi Siregar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, dua saksi lainnya diperiksa untuk tersangka Kepala Divisi II Waskita Karya Fathor Rachman. Mereka adalah Direktur Utama PT Translingkar Kita Jaya, Hilman Muhsin serta mantan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai, Pemali Juana Hartanto.
 
Ali mengatakan penyidik telah mengirimkan surat panggilan secara patut kepada para saksi. Surat disebut telah diterima perwakilan saksi.
 
KPK akan menjadwalkan pemeriksaan ulang. Para saksi diminta kooperatif dan memenuhi panggilan penyidik.
 
"KPK mengingatkan kepada para saksi untuk kooperatif hadir memenuhi kewajiban hukum tersebut," tegas Ali.
 
Baca:Korupsi Proyek Fiktif Waskita Karya Diselisik Lewat Eks Bupati Wakatobi
 
Perkara ini menjerat lima tersangka. Mereka ialah mantan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya, Jarot Subana; mantan Kepala Proyek dan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya, Fakih Usman; mantan Kepala Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya, Desi Arryani, serta Yuly, dan Fathor.
 
Para tersangka diduga melakukan tindak pidana korupsi terkait pekerjaan subkontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan oleh Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya pada 2009 hingga 2015.
 
Kelima tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif