Sidang perkara suap hakim PN Jakarta Selatan di Pengadilan Tipikor, Jakarta. (Foto: Medcom.id/Ilham Pratama)
Sidang perkara suap hakim PN Jakarta Selatan di Pengadilan Tipikor, Jakarta. (Foto: Medcom.id/Ilham Pratama)

Suap untuk Hakim PN Jakarta Selatan Digagalkan KPK

Nasional OTT KPK
Ilham Pratama Putra • 16 Mei 2019 16:11
Jakarta: Dua hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel) didakwa menerima suap dari advokat bernama Arif Fitriawan. Saat itu Arif akan menyelesaikan perkara Direktur PT Asia Pacific Mining Resources (PT APMR), Martin P Silitonga.
 
Suap untuk dua hakim PN Jaksel rencananya akan langsung ditransferkan Arif. Sayang, pemberian duit 'perkara' digagalkan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sesaat sebelum ditransfer.
 
"Transfer dari Pak Martin 500 juta itu, nah sebelum ditransfer ternyata sudah tertangkap," kata Arif Fitriawan saat memberi kesaksian di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Kamis, 16 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Martin mengakui uang tersebut untuk memengaruhi putusan sidang. Ia sengaja menyiapkan uang untuk memuluskan perkara yang tengah membelitnya.
 
"Saya (500 juta) sudah siapkan jauh-jauh hari. Uang diberikan jelang putusan akhir, 22 November 2018. Untuk memengaruhi putusan akhir," kata Martin yang juga memberi keterangan dalam persidangan.
 
Baca juga:Hakim PN Jaksel Jadi Tersangka Suap
 
Upaya suap itu bermula saat Arif Fitriawan selaku kuasa hukum Martin menemui rekan lamanya yang merupakan panitera di PN Jakarta Timur, Ramadhan. Arif menyebut Ramadan punya hubungan baik dengan dua hakim PN Jaksel; Iswahyu Widodo dan Irwan yang menangani kasus kliennya.
 
"Bertemu di McD TB Simatupang. Pak Ramadhan waktu itu bilang, oh itu bekas majelis saya," kata Arif.
 
Jumlah uang suap disepakati Muhammad Ramadhan sebesar Rp150 juta rupiah ditambah 47 ribu dolar Singapura atau setara Rp500 juta rupiah. Suap diberikan untuk memenangkan perkara perdata yang sedang menimpa Martin di Pengadilan Negeri Jaksel dengan nomor 262/Pdt.G/2018 PN JAKSEL.
 
Atas suap yang diterima Iswahyu dan Irwan, mereka didakwa melanggar Pasal 12 huruf c atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif