Polda Jatim Ajukan Pencegahan Ahmad Dhani
Musisi Ahmad Dhani (tengah) didampingi Kivlan Zen dan penasihat hukum hadir dalam audiensi dengan pimpinan DPR pada Januari 2017. MI/Susanto
Jakarta: Polda Jawa Timur mengajukan surat pencegahan ke luar negeri terhadap musisi Ahmad Dhani. Surat dikirim ke kantor Imigrasi wilayah Surabaya.  

"Iya sudah diajukan dari Polda Jatim ke Kanwil Imigrasi Surabaya," kata Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat dihubungi Medcom.id, Minggu, 21 Oktober 2018.

Namun, Dedi mengaku belum mengetahui lama pencegahan yang diajukan Polda Jatim. "Nanti saya update lagi," tutur dia. 


Polda Jatim menetapkan Ahmad Dhani sebagai tersangka ujaran kebencian. Ini terkait vlognya yang menyebut kata 'idiot'.  

"Setelah memeriksa saksi-saksi, saudara Ahmad Dhani kami tetapkan sebagai tersangka atas laporan pencemaran nama baik karena ujaran I (idiot)," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera.

(Baca juga: Ahmad Dhani Bisa Dijemput Paksa jika Bandel)

Penyidik memeriksa saksi-saksi ahli, tata bahasa, dan sejumlah saksi lain sebelum menetapkan Ahmad Dhani sebagai tersangka. Penyidik menyimpulkan Ahmad Dhani disangkakan melanggar pasal ujaran kebencian.

"Kami rangkum dan menyimpulkan yang bersangkutan (Ahmad Dhani) sebagai tersangka," katanya.

Ahmad Dhani dilaporkan elemen Koalisi Pembela NKRI ke Polda Jatim karena nge-vlog saat dia tertahan pendemo di Hotel Majapahit, Surabaya, pada Minggu, 26 Agustus 2018. Saat itu, Dhani dijadwalkan hadir ke acara deklarasi #2019GantiPresiden di Tugu Pahlawan Surabaya. Deklarasi itu batal karena terjadi gesekan antara massa pro dan kontra.
 
Tak lama kemudian, vlog Dhani yang berisi ujaran kebencian 'idiot' itu viral, karena menyinggung demonstran. Saat diperiksa pada dua pekan lalu, suami dari Mulan Jameela itu mengatakan bahwa kata 'idiot' tidak ditujukan kepada pendemo.
 



(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id