Mendag Muhammad Lutfi. Foto: Dok Humas Kemendag.
Mendag Muhammad Lutfi. Foto: Dok Humas Kemendag.

Mendag Siap Bantu Proses Hukum Korupsi Minyak Goreng

Nasional kasus korupsi minyak goreng Kementerian Perdagangan Kejaksaan Agung Penegakan Hukum Korupsi Minyak Goreng
Candra Yuri Nuralam • 19 April 2022 17:26
Jakarta: Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mendukung penuh pengusutan dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor crude palm oil (CPO) di Kejaksaan Agung (Kejagung). Korps Adhyaksa diminta mengusut tuntas kasus itu.
 
"Kementerian Perdagangan mendukung proses hukum yang tengah berjalan saat ini," kata Lutfi melalui keterangan tertulis, Selasa, 19 April 2022.
 
Lutfi menyatakan instansinya siap jika diajak bekerja sama untuk membantu Kejagung membongkar kasus ini. Misalnya, pemberian data yang dibutuhkan untuk keperluan perkara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kementerian Perdagangan juga siap untuk selalu memberikan informasi yang diperlukan dalam proses penegakan hukum," ujar Lutfi.
 
Lutfi menyayangkan kasus korupsi minyak goreng ini. Terlebih, salah satu tersangka merupakan pejabat di Kementerian Perdagangan.
 
Baca: Kejagung Tetapkan 4 Tersangka Korupsi Terkait Minyak Goreng
 
Dia mengaku bakal berbenah. Seluruh jajaran Kementerian Perdagangan diminta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
 
"Saya telah menginstruksikan jajaran Kemendag untuk membantu proses penegakan hukum yang tengah berlangsung karena tindak korupsi dan penyalahgunaan wewenang menimbulkan kerugian negara dan berdampak terhadap perekonomian nasional serta merugikan masyarakat," tegasnya.
 
Kejagung menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor crude palm oil (CPO). Salah satu tersangka merupakan pejabat di Kementerian Perdagangan.
 
"Ditetapkan empat orang, pertama, pejabat eselon 1 Kementerian Perdagangan bernama IWW, selaku Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan," ujar Jaksa Agung ST Burhanuddin di Jakarta, Selasa, 19 April 2022.
 
Burhanuddin mengatakan IWW telah menerbitkan ekspor CPO terhadap beberapa perusahaan. Perusahaan tersebut ialah Permata Hijau Group, Wilmar Nabati Indonesia, Multimas Nabati Asahan, dan Musim Mas.
 
"Tersangka lain adalah SMA, selaku Senior Manager Corporation Affair Permata Hijau; MPT, selaku Komisaris Wilmar Nabati; dan PT selaku General Manajer Musim Mas," ujar Burhanuddin.
 
Para tersangka dikenakan Pasal 54 ayat 1 huruf ayat 2 huruf KUHAP. Kemudian, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014, Keputusan Menteri Perdagangan 129 Tahun 2022, juncto Nomor 170 Tahun 2022 tentang Penetapan Jumlah Distribusi Kebutuhan Dalam Negeri dan Harga Penjualan Dalam Negeri dan sejumlah pasal lain.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif