Amin Fahrudin, kuasa hukum dokter Ani Hasibuan. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra.
Amin Fahrudin, kuasa hukum dokter Ani Hasibuan. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra.

Ani Hasibuan Laporkan Portal Media ke Polisi

Nasional pemilu serentak 2019
Siti Yona Hukmana • 20 Mei 2019 14:51
Jakarta: Dokter Robiah Khairani Hasibuan alias Ani Hasibuan melaporkan portal Tamsh-news.com ke Polda Metro Jaya. Media itu diduga memanipulasi informasi.
 
Kuasa Hukum Ani, Slamet Hasan, mengatakan kliennya dilaporkan akibat media tanpa susunan redaksi yang jelas itu. Ia menyinyalir media itu tidak kredibel dan tidak resmi. Media itu menuliskan sebuah berita dengan judul "dr Ani Hasibuan SpS: Pembantaian Pemilu, Gugurnya 573 KPPS Ditemukan Senyawa Kimia Pemusnah Massal".
 
"Kita menganggap berita yang dimuat Tamsh-news.com itu bermuatan kebohongan, apalagi Tamsh-news tidak pernah mewawancarai Bu Ani. Tidak pernah bertemu. Tidak pernah meminta izin untuk memuat berita tersebut," kata Slamet di Polda Metro Jaya, Senin, 20 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menilai portal berita itu tidak bertanggung jawab. Ani melaporkan ke Polda Metro Jaya dengan dugaan telah memanipulasi informasi atau dokumen elektronik yang seolah-olah dianggap autentik atau benar.
 
Laporan itu teregistrasi dengan nomor TBL/3144/V/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus, Tanggal 20 Mei 2019. Terlapor dalam laporan yakni dalam penyelidikan.
 
"Karena Tamsh-news belum tahu siapa redaktur dan penulisnya, maka barang siapanya itu masih dalam status lidik. Tetapi, sudah pasti nanti yang akan dipanggil adalah orang-orang yang terlibat dalam Tamsh-news, apakah redaktur atau pemiliknya," beber Slamet.
 
Tamsh-news.com dilaporkan dengan Pasal 35 juncto Pasal 51 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). "Pasal 35 juncto Pasal 51 itu ancaman hukumannya 12 tahun atau denda Rp10 miliar," ujar Slamet.
 
Tak hanya itu, Ani juga melaporkan Tamsh-news.com ke Dewan Pers. Dia ingin mengetahui status portal Tamsh-news.com.
 
"Karena kami menyampaikan laporan secara tertulis, jadi jawaban Dewan Pers nantinya kami terima secara tertulis. Supaya kita terdokumentasi dan akan kami jadikan sebagai alat bukti tambahan ketika klien kami diperiksa oleh penyidik," tutur kuasa hukum lainnya Ani, Amin Fahrudin.
 
Meski belum mendapatkan jawaban dari Dewan Pers, Amin mengaku telah memeriksa hal ini. Hasilnya, portal Tamsh-news itu tidak terdaftar di Dewan Pers.
 
Baca: Ani Hasibuan Bantah Sebut KPPS Tewas Diracun
 
"Setelah kami cek di laman resmi Dewan Pers terkait data perusahaan media, Tamsh-news.com tidak ada kosong semua. Nama media semua kosong apalagi status. Berarti itu bukan sebuah kantor berita. Portal berita juga jauh dari prinsip jurnalistik yang profesional," terang Amin.
 
Pihaknya akhirnya melaporkan ke Polda Metro. Amin menjelaskan yang dilaporkan ke Polda merupakan konten dari tulisan yang dimuat di portal tersebut.
 
"Jadi konten ini yang kita lapirkan. Tulisan ini penipuan, manipulasi, manipulasi informasi. Ini seakan-akan Dokter Ani yang menyampaikan. Padahal sebetulnya tidak pernah diwawancara dan tidak pernah berpendapat bahwa kematian itu disebabkan oleh senyawa kimia," imbuh Amin.
 
Selain kalimat itu, lanjut dia, Tamsh-news.com juga memunculkan foto Dokter Ani. Alhasil, foto dengan judul dari portal ini dianggap sengaja dibentuk sebagai framing media.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif