Ilustrasi tersangka. Foto: Medcom.id
Ilustrasi tersangka. Foto: Medcom.id

'Napas' Teroris di Indonesia Mulai Sesak

Nasional terorisme
Cindy • 21 Oktober 2019 13:32
Jakarta: Kelompok teroris disebut mulai merasa kecewa dan gagal melakukan aksi di Indonesia. Hal ini membuat mereka mengubah target serangan hingga menyasar seluruh pihak yang mendukung pemerintah.
 
"Kalangan teroris di Indonesia saat ini semakin frustrasi," kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane saat dihubungi, Senin, 21 Oktober 2019.
 
Menurutnya ada tiga hal yang membuat teroris Indonesia frustrasi. Pertama, aksi terorisme sejauh ini selalu gagal. Kedua, Polri mengubrak-abrik kantong terorisme, bahkan menangkap tokoh teroris daerah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ketiga, bantuan dana terorisme dari luar negeri semakin sulit karena kantong terorisme internasional juga diubrak-abrik. Akibatnya kalangan terorisme Indonesia menggeser target serangannya," ucap Neta.
 
Neta juga menyebut gerakan kelompok teroris Indonesia tidak lagi satu komando. "Lalu mereka menyebutnya sebagai kelompok Takfiri," ujarnya.
 
Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk menangkal paham tersebut. Salah satunya, dengan memberi pemahaman kepada masyarakat tentang deteksi dini ancaman terorisme.
 
Neta yakin sikap brutal kelompok radikal ini akan membuat rakyat geram. Kekhawatiran terhadap gangguan kehidupan sosial itu akan membuat masyarakat bergerak dan melawan aksi tersebut.
 
"Masyarakat yang kesal akan ikut memburu dan menangkap para teroris seperti masyarakat menangkap begal atau menangkap pencuri jemuran," ujar Neta.
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif