Sidang terdakwa Nurdin Basirun. Foto: Medcom.id/Fachri Audhi Hafiez
Sidang terdakwa Nurdin Basirun. Foto: Medcom.id/Fachri Audhi Hafiez

Nurdin Basirun Didakwa Terima Rp4,2 Miliar dari Pengusaha

Nasional kasus suap
Fachri Audhia Hafiez • 04 Desember 2019 14:14
Jakarta: Gubernur nonaktif Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun didakwa menerima gratifikasi Rp4,2 miliar. Uang rasuah diduga berasal dari pengusaha yang meminta penerbitan izin pemanfaatan ruang laut.
 
"Penerimaan-penerimaan tersebut berhubungan dengan jabatan terdakwa selaku gubernur Kepri dan berlawanan dengan kewajiban atau tugas terdakwa selaku kepala daerah untuk tidak melakukan perbuatan korupsi, kolusi, dan nepotisme serta menerima pemberian gratifikasi," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Asri Irwan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 4 Desember 2019.
 
Kasus berawal saat Nurdin mengeluarkan Pergub mengenai pemanfaatan ruang laut sampai 12 mil di luar minyak dan gas bumi. Pengurusan perizinan diproses tanpa melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Proses itu justru lewat Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kepulauan Riau, Edy Sofyan dan Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Kepulauan Riau, Budy Hartono. Situasi ini dimanfaatkan Nurdin menerima gratifikasi dari pengusaha atau investor yang mengurus penerbitan izin tersebut melalui Edy, Budy dan Juniarto (ajudan Nurdin).
 
Jaksa Asri mengungkapkan uang gratifikasi berasal dari pemberian pengusaha terkait penerbitan izin prinsip pemanfaatan ruang laut dan izin lokasi reklamasi. Kemudian, izin pelaksanaan reklamasi dan penerimaan lain dari Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kepri.
 
Nurdin didakwa melanggar Pasal 12 B Ayat (1) Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 65 Ayat (1) KUHP.
 
Sebelumnya, Nurdin didakwa menerima suap Rp45 juta dan SGD11 ribu (Rp113,8 juta). Suap terkait pemulusan izin pemanfaatan ruang laut di kawasan Kepri.
 
Suap diduga diterima pada April-Juli 2019. Uang rasuah itu berasal dari dua pengusaha, Kock Meng dan Johannes Kodrat. Kemudian, seorang swasta atau nelayan bernama Abu Bakar.
 
Nurdin didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif