Konpers di Kejagung - Medcom.id/Cindy.
Konpers di Kejagung - Medcom.id/Cindy.

Ditangkap KPK, Aspidum Kejati DKI Diberhentikan

Nasional OTT KPK
Cindy • 03 Juli 2019 12:39
Jakarta: Kejaksaan Agung memberhentikan Aspidum Kejati DKI Agus Winoto serta melepas jabatan struktural Jaksa Kejati DKI Yadi Herdianto dan Yuniar Sinar Pamungkas. Ketiganya tertangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
 
"Untuk mempermudah pemeriksaan maka pimpinan telah memutuskan untuk melepaskan jabatan struktural terhadap sejumlah pejabat di lingkungan tindak pidana umum di Kejaksaan Tinggi DKI," kata Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Jan Samuel Maringka di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu, 3 Juli 2019.
 
Samuel menuturkan pelepasan jabatan ini diperlukan untuk mempercepat penanganan perkara di KPK. Sehingga, tidak menganggu pelayanan publik di lingkungan Kejaksaan Agung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Proses (penegakan hukum perkara) harus berjalan. Maka kita telah melakukan pemberhentian sementara terhadap Jaksa Agus Winoto yang jadi tersangka di dalam perkara di KPK dan melepaskan jabatan struktural terhadap dua jaksa yang ikut serta pada saat itu," ucap dia.
 
Samuel menambahkan keterlibatan Yadi dan Yuniar akan didalami. Adapun terkait pelanggaran etik yang dilakukan ketiganya segera diproses.
 
"Proses pemeriksaan selanjutnya segera diserahkan terhadap pelanggaran etik yang dilakukan oleh keduanya maupun yang dijadikan tersangka. Pendalaman oleh bidang pengawasan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta," imbuh Samuel.
 
KPK menetapkan Asisten Pidana Umum Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta, Agus Winoto, sebagai tersangka kasus dugaan suap penanganan perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Agus Winoto ditetapkan sebagai tersangka bersama seorang pihak swasta yang beperkara Sendy Perico dan kuasa hukumnya Alvin Suherman.
 
(Baca juga:Penyuap Aspidum Kejati DKI Menyerahkan Diri)
 
Suap berawal saat Sendy melaporkan pihak lain yang menipu dan melarikan uang investasinya sebesar Rp11 miliar. Sebelum tuntutan dibacakan, Sendy dan Alvin telah menyiapkan uang untuk Jaksa Penuntut Umum agar memperberat tuntutan kepada penipu Sendy.
 
Namun, saat persidangan berlangsung, Sendy dan pihak yang dituntut memutuskan berdamai. Setelah proses perdamaian rampung pada 22 Mei 2019, pihak yang dituntut meminta Sendy meringankan tuntutannya, yakni satu tahun penjara.
 
Alvin selaku kuasa hukum Sendy selanjutnya mendekati jaksa melalui seorang perantara. Sang perantara kemudian menginformasikan bahwa rencana tuntutannya selama dua tahun.
 
Alvin kemudian diminta menyiapkan uang Rp200 juta dan dokumen perdamaian jika ingin tuntutannya berkurang menjadi satu tahun. Alvin dan Sendy menyanggupi permintaan dan berjanji menyerahkan syarat-syarat tersebut, Jumat, 28 Juni 2019.
 
Sendy menuju sebuah bank dan meminta Ruskian Suherman mengantar uang ke Alvin di sebuah pusat perbelanjaan di Kelapa Gading, Jumat pagi. Sekitar pukul 11.00 WIB, Sugiman Sugita mendatangi Alvin di tempat yang sama untuk menyerahkan dokumen perdamaian.
 
Sekitar pukul 12.00 WIB, Ruskian mendatangi Alvin menyerahkan uang Rp200 juta yang dibungkus dalam kantong kresek hitam. Alvin kemudian menemui Yadi Herdianto di kompleks perbelanjaan yang sama untuk menyerahkan kantong kresek berwarna hitam yang diduga berisi uang Rp200 juta dan dokumen perdamaian. Yadi selanjutnya menuju Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta untuk menyerahkan uang tersebut kepada Agus Winoto.
 
Agus Winoto selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11‎ Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.
 
Alvin dan Sendy selaku pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.
 
(Baca juga:Kejagung Sebut Penanganan OTT Jaksa Sinergi Penegakan Hukum)

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif