Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin dalam pemaparan di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin dalam pemaparan di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam

Layanan Keuangan Digital Rawan Dimanfaatkan Teroris

Nasional terorisme
Candra Yuri Nuralam • 21 Januari 2020 11:46
Jakarta: Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyoroti perkembangan layanan keuangan digital yang semakin maju. Pasalnya, layanan ini bisa dimanfaatkan teroris untuk pendanaan kelompok.
 
"Adanya inovasi keuangan digital dan realita penggunaan virtual currency dalam financial crime mempertinggi risiko pencucian uang dan pendanaan terorisme," kata Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa 21 Januari 2020.
 
Menurut dia, pendanaan terorisme dalam bentuk pencucian uang digital hampir mirip dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Teroris memanfaatkan inovasi keuangan digital seperti urun dana (crowdfunding) dan penggunaan mata uang virtual sebagai sumber kegiatannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk itu, Kiagus menilai Indonesia sudah harus melihat langkah kelompok teroris dari bentuk digital. Beberapa instansi minta bekerja sama untuk menangkal hal tersebut.
 
"Realita ini tentunya menjadi faktor pendorong guna menentukan arah kebijakan PPATK dalam mengoptimalkan upaya pencegahan dan pemberantasan TPPU dan TPPT (tindak pidana pendanaan terorisme)," ujar Kiagus.
 
PPATK, kata dia, konsisten melanjutkan program kerja untuk menangkal pendanaan teroris dari sistem digital. Salah satunya adalah dengan penguatan antipencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme (APU-PPT) melalui Institut Intelijen Keuangan Indonesia (IFII).
 
"Penguatan itu dilakukan dengan program pendidikan sesuai dengan kebutuhan peserta pendidikan, yang terdiri dari pihak pelapor, aparat penegak hukum, dan pihak terkait lainnya," tutur Kiagus.
 
PPATK juga sudah meluncurkan aplikasi e-learning untuk aparat berwenang di ruang lingkup PPATK. Aplikasi itu bisa meningkatkan kualitas PPATK di dunia internasional dalam penekanan kejahatan yang memanfaatkan keuangan.
 
"Khusus dalam hal pencegahan dan kerja sama, PPATK terus berkomitmen dan bekerja secara optimal untuk menyelesaikan beberapa program yang diharapkan dapat selesai pada 2020 dan 2021," ucap Kiagus.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif