Penyidik KPK Novel Baswedan bersiap menjadi saksi dalam sidang kasus perintangan penyidikan perkara korupsi dengan terdakwa Lucas di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Foto: MI/Bary Fathahilah.
Penyidik KPK Novel Baswedan bersiap menjadi saksi dalam sidang kasus perintangan penyidikan perkara korupsi dengan terdakwa Lucas di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Foto: MI/Bary Fathahilah.

Kapolri Didesak Buka Jenderal di Pusaran Kasus Novel

Nasional novel baswedan
Whisnu Mardiansyah • 11 Juli 2019 09:21
Jakarta: Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian buka-bukaan terkait hasil investigasi Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus penyiraman air keras ke penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Tito didesak membeberkan dugaan ada tiga jenderal aktif yang diduga disebut-sebut dalam investigasi itu.
 
"Benarkah misalnya menurut Mas Hermawan Sulistyo (anggota TGPF) bahwa ada tiga jenderal aktif diperiksa dan kemudian apakah ini punya muatan politik. Jadi ini harus secara clear dijelaskan kepada publik tidak boleh ada yang ditutupi," kata Nasir di Jakarta, Kamis, 11 Juli 2019.
 
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu berharap Kapolri segera membacakan hasil laporan investigasi TGPF ke publik. Kasus Novel, kata dia, menjadi salah satu ujian terberat institusi kepolisian mempertaruhkan kredibilitasnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"TGPF sudah bekerja sejak Januari sampai sekarnag dan sudah buat laporan yang diserahkan ke Kapolri maka diharapkan bisa menjelaskan seterang-terangnya kepada publik apa sesungguhnya yang terjadi," tegas dia.
 
Nasir menambahkan Kapolri tak perlu menunggu dan meminta masukan dari Komisi III DPR mengumumkan nama-nama itu. Klarifikasi penting agar tidak terjadi spekulasi liar ke publik.
 
Baca: Wadah Pegawai KPK Mendesak Jokowi Bentuk TGPF
 
"Emang dalam masa sidang ini dalam jadwal ada rapat dengan kepolisian tapi menurut saya tanpa ada rapat pun Kapolri harus menjelaskan kepada publik," pungkasnya.
 
Kapolri telah memegang hasil pengusutan kasus penyerangan Novel Baswedan dari TGPF. Tito menerima laporan tim gabungan dua hari lalu dan butuh mempelajarinya hingga sepekan.
 
Novel diserang orang tak dikenal pada Selasa, 11 April 2017, usai salat Subuh di Masjid Al-Ihsan di dekat rumahnya, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dua tahun lebih pascateror, polisi belum juga mengungkap pelaku atau otak intelektual dari teror keji pada penyidik senior KPK itu.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif