Terpidana kasus suap Pinangki Sirna Malasari. Antara/Galih Pradipta
Terpidana kasus suap Pinangki Sirna Malasari. Antara/Galih Pradipta

Hukuman Penjara Pinangki Disunat jadi 4 Tahun

Nasional kasus korupsi Kejaksaan Agung Penegakan Hukum Pemberantasan Korupsi Jaksa Pinangki
Candra Yuri Nuralam • 14 Juni 2021 19:07
Jakarta: Hukuman penjara mantan Jaksa Pinangki Sirna Malasari disunat menjadi empat tahun dalam putusan banding. Sebelumnya, Pinangki divonis hukuman penjara sepuluh tahun.
 
"Iya (jadi empat tahun), saya lihat di website pengadilan seperti itu," kata kuasa hukum Pinangki, Aldres Napitupulu kepada Medcom.id, Senin, 14 Juni 2021.
 
Aldres belum tahu respon Pinangki dalam hasil banding itu. Pasalnya, lanjutnya, putusan itu diketuk sore ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Pinangki Ajukan Banding Atas Vonis 10 Tahun Penjara
 
"Kunjungan sudah enggak memungkinkan hari ini, karena pemberitahuan resmi juga enggak ada dari pinangki ke pihak kuasa hukum," ujar Aldres.
 
Meski mendapatkan pemotongan hukuman, Aldres menilai kliennya belum mendapat keadilan. Menurutnya, kliennya pantas bebas.
 
"Kita berpatokan sesuai dengan pembelaan kita, Pinangki tidak bersalah," tutur Aldres.
 
Sebelumnya, Pinangki Sirna Malasari, divonis hukuman 10 tahun penjara. Dia juga dikenakan denda Rp600 juta subsider enam bulan penjara.
 
"Mengadili, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Pinangki Sirna Malasari tersebut dengan hukuman pidana penjara selama 10 tahun," kata Ketua Majelis Hakim Ignatius Eko Purwanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 8 Februari 2021.
 
Vonis ini lebih berat dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) pada Kejaksaan Agung. Jaksa meminta hakim menghukum Pinangki empat tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider enam bulan kurungan.
 
Majelis hakim mengungkapkan hal memberatkan dan meringankan hukuman. Hal yang memberatkan perbuatan Pinangki sebagai aparat penegak hukum tidak mendukung program pemerintah dalam rangka memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme. 

 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif