Ilustrasi Gedung KPK. Medcom/Fachrie Audhia Hafiez
Ilustrasi Gedung KPK. Medcom/Fachrie Audhia Hafiez

Program Organisasi Penggerak Kemendikbud Dipantau KPK

Nasional kpk Kebijakan pendidikan Merdeka Belajar
Fachri Audhia Hafiez • 29 Juli 2020 14:48
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memantau Program Organisasi Penggerak (POP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pemantauan guna memastikan program berjalan efektif.
 
"KPK ingin hadir untuk menjaga efektivitas bahwa tujuan POP yang luhur dan bagus itu mencapai sesuai harapan," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam diskusi virtual bertajuk 'Mengukur Integritas Program Organisasi Penggerak POP Kemendikbud', Rabu, 29 Juli 2020.
 
Ghufron mengatakan pelaksanaan program juga mesti berjalan efisien. Khususnya dalam penggunaan anggaran senilai Rp575 miliar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Ghufron, efisiensi penting mengingat masih banyak unsur lain untuk mendukung kebutuhan pendidikan nasional. Khususnya menunjang pendidikan masyarakat di tengah pandemi seperti kebutuhan akses internet.
 
"Kenapa harus diefisiensikan? Karena dana negara tidak hanya untuk ini. Masih banyak kebutuhan-kebutuhan lain yang masih di dibutuhkan oleh bangsa kita, termasuk di dalamnya pendidikan," tegas Ghufron.
 
Baca: KPK Undang LP Ma'arif NU Terkait POP Kemendikbud
 
KPK sejatinya menyambut baik program yang digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim itu. Sebab, negara akan belajar gagasan-gagasan dari pengajar atau pendidik yang telah lama berkecimpung di dunia pendidikan.
 
"Negara akan belajar pada rakyatnya hal yang sangat positif. Tetapi jangan sampai hanya kemudian positif atau bagus di sampulnya, ternyata isinya tidak," ucap Ghufron.
 

(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif