Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Dokter Klinik Aborsi di Cempaka Putih Tergiur Uang

Nasional aborsi ilegal
Siti Yona Hukmana • 24 September 2020 12:03
Jakarta: DK, dokter klinik aborsi ilegal di Jalan Percetakan Negara 3, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, sempat menjalani co-assistant atau koas di salah satu rumah sakit di Sumatra Utara. Namun, dia berhenti setelah menjalani koas dua bulan.
 
"Dia berhenti karena ada penawaran dari pemilik pengelola ini (klinik aborsi ilegal) untuk membantu dia," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 24 September 2020.
 
Yusri mengatakan DK baru lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Sumatra Utara. Dia tergiur uang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Setelah diambil keterangan memang faktornya itu ekonomi," ujar mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat itu.
 
Apalagi, kata Yusri, keuntungan yang didapat dari hasil aborsi itu cukup tinggi. DK bisa menerima Rp5 juta dari melayani lima sampai 10 pasien per hari.
 
Baca: Klinik Ilegal di Jakpus Diduga Sudah Gugurkan 32.760 Janin
 
DK direkrut pemilik klinik aborsi berinisial LA, 52. DK direkrut sebagai dokter yang melakukan tindakan pengguguran janin pasien.
 
Polda Metro Jaya menangkap 10 tersangka saat penggerebekan pada Rabu, 9 September 2020. Satu di antaranya adalah pasien aborsi. Klinik ini disebut sudah melayani 32.760 pasien sejak 2017.
 
Tersangka dijerat Pasal 346 KUHP dan atau Pasal 348 ayat 1 KUHP dan atau Pasal 194 juncto Pasal 75 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Mereka terancam hukuman penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif