Ilustrasi korona. Medcom.id
Ilustrasi korona. Medcom.id

Pengusutan Kasus Kekerasan Seksual di Bintaro Dinilai Lambat

Nasional pemerkosaan
Theofilus Ifan Sucipto • 09 Agustus 2020 15:18
Jakarta: Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menilai pengusutan kasus pemerkosaan yang dialami AF di Bintaro, Tangerang Selatan, lambat. Polisi didesak segera mengusut kasus tersebut.
 
“Itu menunjukkan penundaan berlarut atas keadilan untuk korban,” kata Komisioner Komnas Perempuan, Siti Aminah Tardi, kepada Medcom.id, Minggu, 9 Agustus 2020.
 
Siti menyebut lambatnya pengusutan kasus kekerasan seksual bukan barang baru. Sebagian besar kasus yang dilaporkan ke Komnas Perempuan mengalami hal serupa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kami minta perhatian serius Kapolri (Jenderal Idham Azis) untuk memastikan pelayanan terhadap korban kekerasan seksual,” tegas Siti.
 
Siti mengatakan korban kekerasan seksual perlu mendapat perlindungan. Sebab, mereka berhak mengakses keadilan dan mendapat pemulihan.
 
Polres Tangerang Selatan masih menyelidiki kasus pemerkosaan yang dialami AF. Kasus itu viral diperbincangkan di media sosial.
 
"Saat ini pelaku masih dalam pengejaran anggota kami," kata Kapolres Tangerang Selatan AKBP Imam Setiawan, Minggu, 9 Agustus 2020.
 
(Baca: Pelaku Pemerkosaan di Tangerang Selatan Diburu)
 
AF melaporkan pemerkosaan pada Agustus 2019. Saat itu, AF tidak mengetahui dan tidak mengenal identitas pelaku.
 
Penelusuran Medcom.id, AF menceritakan kasus ini di akun Instagram pribadinya Jumat, 7 Agustus 2020. AF mengaku pemerkosaan terjadi pada 13 Agustus 2019.
 
AF dibangunkan oleh seseorang yang hanya terlihat bayangannya saja sekitar pukul 09.30 WIB. Kondisi rumah sepi sebab ditinggal pergi orang tuanya. AF terkejut seseorang yang tak dikenalnya bersembunyi di kamar ganti.
 
Pelaku memukul AF dengan benda tumpul hingga tak sadarkan diri. AF mengaku sempat melihat pelaku membawa pisau sambil mengancam.
 
Pelaku melarikan diri dengan membawa ponsel AF usai memperkosa. AF mengaku memperoleh pesan dari pelaku melalui Instragram saat dibawa ke rumah sakit.
 
Pelaku mengancam dan meneror AF melalui pesan di Instagram. Pelaku menggunakan sejumlah akun anonim dengan nama pengguna Instagram yang berbeda.
 
Belakangan, AF mengetahui pelaku bernama Rafi Idzmallah alias Gondes. Dia disebut tinggal di belakang perumahaan Bintaro sektor 9, Tangerang Selatan.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif