Ilustrasi KPK. Medcom.id/Fachri Auhdia Hafiez
Ilustrasi KPK. Medcom.id/Fachri Auhdia Hafiez

Manager Finance PT MIT DIpanggil Terkait Kasus Nurhadi

Nasional mahkamah agung Kasus Suap Suap di MA
Candra Yuri Nuralam • 23 Juni 2020 12:52
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Manager Finance PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Totok Sugiarto. Totok diperiksa terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi pengadaan perkara di Mahkamah Agung pada 2011-2016.
 
"Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka NHD (mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi)," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa, 23 Juni 2020.
 
Totok diduga mengetahui permainan haram yang dilakukan Nurhadi. Keterangan Totok bakal menguatkan barang bukti penyidik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penyidik juga memanggil seorang karyawan swasta, Surdimanto, dan tiga orang wiraswasta, yakni H. Sudirman, Angelina Anastasia Hutagaol, dan Justinus Hutabarat. Keempat orang itu juga menjadi saksi untuk tersangka Nurhadi.
 
Nurhadi diduga menerima suap Rp33,1 miliar dari Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) Hiendra Soenjoto lewat menantu Nurhadi, Rezky Herbiyono. Suap dimaksudkan memenangkan Hiendra dalam perkara perdata kepemilikan saham PT MIT. Nurhadi juga diduga menerima sembilan lembar cek dari Hiendra terkait peninjauan kembali (PK) perkara di MA.
 
Selain itu, Nurhadi diduga mengantongi Rp12,9 miliar dalam kurun waktu Oktober 2014 sampai Agustus 2016. Gratifikasi diduga terkait pengurusan perkara sengketa tanah di tingkat kasasi dan Peninjauan Kembali (PK) di MA serta permohonan perwalian.
 
Nurhadi dan Rezky disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 5 ayat (2) lebih subsider Pasal 11 dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Sementara itu, Hiendra disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b subsider Pasal 13 Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.
 

(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif