Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Mantan Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi Ajukan PK

Nasional kpk mahkamah agung sidang pk Mahkamah Agung RI
Fachri Audhia Hafiez • 21 Oktober 2020 19:04
Jakarta: Terpidana merintangi penyidikan kasus korupsi pengadaan KTP berbasis elektronik (KTP-el), Fredrich Yunadi, mengajukan upaya hukum peninjauan kembali (PK). Perkara dengan nomor registrasi 9/Pid.Sus-TPK/2018/PN Jkt.Pst diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
 
"Kami akan menghadiri persidangannya Jumat, 23 Oktober 2020," kata jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Takdir Suhan saat dikonfirmasi, Rabu, 21 Oktober 2020.
 
Pelaksana tugas (plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri mengatakan Lembaga Antikorupsi tak masalah dengan upaya hukum eks pengacara mantan Ketua DPR Setya Novanto itu. KPK siap bertarung dalam persidangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jaksa KPK juga akan memberikan pendapat terkait dalil dan alasan yang diajukan oleh pemohon PK," ujar Ali.
 
Dia menyebut putusan majelis hakim pengadilan tingkat pertama sampai dengan kasasi telah mempertimbangkan fakta dan alat bukti. Sehingga, KPK meyakini tidak ada kekhilafan, kekeliruan yang nyata, dan pertentangan dalam pertimbangan putusan.
 
KPK berharap Mahkamah Agung (MA) memutuskan PK secara adil. "MA dapat mempertimbangkan harapan publik agar adanya putusan majelis hakim yang memberikan efek jera terhadap para pelaku korupsi," ujar Ali.
 
Fredrich dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat. Dia juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp500 juta subsider lima bulan kurungan.
 
Di tingkat kasasi, MA justru memperberat hukuman menjadi 7,5 tahun penjara serta denda sebesar Rp500 juta subsider 8 bulan kurungan. Fredrich terbukti melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Fredrich merintangi proses penyidikan kasus korupsi KTP-el dengan tersangka Setya Novanto. Fredrich merekayasa agar Novanto dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Ia juga diduga bekerja sama dengan Dokter Bimanesh Sutarjo merekayasa rekam medis milik Novanto.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif