Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

4 Relawan Dianiaya Polisi, PP Muhammadiyah Tempuh Jalur Hukum

Nasional polisi muhammadiyah Demo Tolak Omnibus Law
Siti Yona Hukmana • 30 Oktober 2020 17:39
Jakarta: Empat relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Pimpinan Pusat (PP) Muhamamdiyah, ditangkap dan dianiaya saat demonstrasi penolakan Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker). PP Muhammadiyah mengecam langkah polisitersebut.
 
"Kami menempuh jalur hukum karena menempuh jalur itu langkah yang sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945," kata Ketua Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas dalam konferensi pers daring, Jumat, 30 Oktober 2020.
 
Busyro kecewa dengan Korps Bhayangkara. Polri, kata dia, sejatinya dibiayai rakyat. Untuk itu, sudah seharusnya polisi melindungi rakyat, bukan malah bertindak represif.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Temui Jokowi, PP Muhammadiyah Minta Omnibus Law UU Cipta Kerja Ditunda
 
"Ini langkah-langkah yang tidak beradab sama sekali, yang brutal. Artinya sudah melakukan tindakan radikal," ujar Busyro.
 
Direktur Layanan Bantuan Hukum (LBH) PP Muhammadiyah Taufiq Nugroho mendesak kepolisian memproses hukum personel yang bertindak sewenang-wenang terhadap relawan MDMC. Peristiwa ini terjadi pada Selasa, 13 Oktober 2020, sekitar pukul 20.00 WIB.
 
Saat itu, kata dia, empat relawan kesehatan sedang berada di sekitaran Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat. Mereka memantau unjuk rasa di Tugu Tani dan Kwitang, Jakarta Pusat.
 
"Keempatnya dipukul, dihantam benda tumpul, dan diinjak-injak, hingga mengalami luka serius, memar-memar, dan berdarah di sekitar muka dan tubuhnya," tutur Taufiq.
 
Menurut dia, salah satu korban bahkan ditabrak dengan motor trail di trotoar. Sembari dipukuli, para korban dipaksa mengaku sebagai provokator unjuk rasa.
 
"Padahal para korban sudah mengklarifikasi secara lisan sesaat penangkapan bahwa mereka adalah relawan MDMC Muhammadiyah dan tidak ada sangkut pautnya dengan unjuk rasa," ujar Taufiq.
 
Keempatnya lantas dimasukkan ke dalam mobil tahanan untuk dibawa ke Polda Metro Jaya. Namun, MDMC Kota Bekasi langsung menghampiri aparat dan meminta relawan-relawan itu dilepaskan.
 
"Meskipun akhirnya para korban dilepaskan dan tidak jadi diangkut ke kantor kepolisian, keempat relawan tersebut dilepas dengan kondisi yang nahas dengan luka-luka serius di wajah dan tubuhnya," kata Taufiq.
 
Ada empat tuntutan PP Muhammadiyah atas peristiwa itu. Pertama, Polri mengakui secara terbuka dan jujur atas tindakan personel yang sewenang-wenang dalam penangkapan dan pemukulan empat relawan MDMC Muhammadiyah. Kedua, Polri diminta meminta maaf.
 
Ketiga, Polri harus memproses hukum baik lewat mekanisme sanksi etik, disiplin, dan pidana terhadap aparat yang terlibat. Keempat, Presiden Joko Widodo, DPR, dan Komisi Nasional HAM didesak mengawasi proses hukum terhadap aparat yang sewenang-wenang tersebut.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif