Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Panitia Hingga Ahli Pidana Diklarifikasi Soal Pernikahan Anak Rizieq

Nasional dki jakarta Virus Korona Rizieq Shihab protokol kesehatan
Siti Yona Hukmana • 18 November 2020 14:56
Jakarta: Kepolisian mengundang enam orang untuk diklarifikasi terkait penyelenggaraan pesta pernikahan anak Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Hanya empat dari enam orang yang dipanggil memenuhi undangan.
 
"(Orang yang hadir) itu ialah ketua panitia acara, pegawai tenda, dua saksi ahli. Ada saksi ahli pidana," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 18 November 2020.
 
Dua saksi yang berhalangan hadir ialah sopir tenda berinisial KS dan saksi nikah yang tidak disebutkan identitasnya. Yusri mengatakan sopir tenda tidak bisa hadir karena tengah berada di luar kota, sedangkan saksi nikah berhalangan hadir karena sakit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saksi nikah telah memberikan surat keterangan sakit dari dokter," ujar mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat itu.
 
Yusri mengatakan empat saksi dimintai keterangan sejak pagi. Penyidik akan mengundang beberapa saksi ahli lainnya untuk diklarifikasi guna melengkapi penyelidikan.
 
"Setelah itu akan direncanakan gelar perkara awal untuk bisa menentukan apakah ini bisa naik ke tahap penyidikan," ungkap Yusri.
 
Baca: Panitia Acara Rizieq Memenuhi Panggilan Polisi
 
Polisi mengklarifikasi keterangan sembilan saksi pada Selasa, 17 November 2020. Mereka ialah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan; Wali Kota Jakarta Pusat, Bayu Meghantara; Kepala Biro Hukum DKI Jakarta, Yayan Yuhana; Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Tanah Abang, Sukana; Camat Tanah Abang, Yassin Pasaribu; Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Jakarta Pusat, Bernard Tambunan; dan rukun tetangga (RT) serta rukun warga (RW) di kediaman Rizieq.
 
Pesta pernikahan anak Rizieq dan Maulid Nabi Muhammad SAW di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 14 November 2020, diduga melanggar protokol kesehatan. Acara itu ramai didatangi pengikut Rizieq.
 
Banyak jemaah yang berkerumun, tidak menjaga jarak, dan meningkatkan potensi penyebaran covid-19. Sejumlah peserta juga kedapatan tidak menggunakan masker.
 
Banyak pula peserta acara menggunakan masker tak sesuai ketentuan, seperti digunakan di bawah dagu. Polisi tengah menyelidiki terkait dugaan tindak pidana dalam pelanggaran protokol kesehatan covid-19 tersebut.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif