PN Jaksel Klaim Kerap Mengingatkan Hakim Soal Korupsi

Kautsar Widya Prabowo 29 November 2018 19:17 WIB
OTT KPK
PN Jaksel Klaim Kerap Mengingatkan Hakim Soal Korupsi
Ilustrasi PN Jaksel - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Jakarta: Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Achmad Guntur mengklaim pihaknya kerap mengingatkan pegawai dan hakim untuk tidak melakukan korupsi. Hal itu juga sudah diingatkan ketua PN Jaksel Arifin yang baru menjabat pada 5 September lalu. 

"Di hari Korpri ini, ketua PN mengingatkan kalau kita tamengnya harus kuat dari godaan seperti itu. Agar tidak terpengaruh dari desakan-desakan seperti itu (suap)," kata Guntur saat dihubungi Medcom.id, Kamis, 29 November 2018.

Dia menyebut perilaku untuk menjauhi praktik-praktik terlarang juga sudah lama dihidupkan dalam lingkungan PN Jaksel. Salah satunya membuat Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) untuk mengurangi terjadinya praktik suap.


"Untuk menghindari agar tidak bisa kontak langsung pejabat pengadilan dengan pihak yang sedang menjalani perkara, masuk ke sini pun dilarang dengan kunci dan segala macam," imbuh dia. 

Guntur menyebut penangkapan dua hakim PN Jaksel Iswahyu Widodo dan Irwan
dilakukan di luar lingkungan pengadilan. Kalau sudah begitu, kata dia, kembali lagi pada moral masing-masing orang. 

(Baca juga: Hakim PN Jaksel Ditahan KPK)

"Pertanyaan kuat sampai mana pertahanannya? Dari pihak pimpinan sudah sering menginstruksikan dan mengimbau bahkan dengan perintah bahwa tidak boleh berhubungan dengan perkara dan itu sudah sering," tutur dia. 

Dua hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Iswahyu Widodo dan Irwan, ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya diduga menerima suap terkait perkara perdata di PN Jaksel. 

Selain kedua hakim itu, penyidik juga menetapkan tiga tersangka lain. Mereka antara lain panitera pengganti PN Jakarta Timur Muhammad Ramadhan, seorang advokat Arif Fitrawan, dan satu pihak swasta Martin P Silitonga.

"Pemberian suap kepada hakim diduga untuk memengaruhi putusan terhadap perkara perdata di PN Jaksel," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 28 November 2018.

Alexander mengatakan total uang suap yang disita di lokasi OTT sebanyak SGD47 ribu. Uang itu diberikan Arif kepada hakim melalui Muhammad Ramadhan.

(Baca juga: Perantara Suap Kenal Dekat dengan Hakim)
 



(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id