Fajri Safi'i, pengacara yang hendak melaporkan Permadi. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Fajri Safi'i, pengacara yang hendak melaporkan Permadi. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Suara Revolusi Politikus Gerindra Berbuntut Perkara

Nasional ujaran kebencian kasus makar
Siti Yona Hukmana • 10 Mei 2019 08:22
Jakarta: Politikus Partai Gerindra Permadi terancam berusuran dengan Polda Metro Jaya. Dia diperkarakan setelah menyinggung revolusi dalam sebuah video yang tersebar di YouTube.
 
Fajri Safi'i, pengacara yang hendak melaporkan Permadi, menyebut polisi telah membuat laporan model A terkait kasus ini. Laporan dibuat polisi atas dasar temuan. Dia pun urung melaporkan perkara kerana sudah digarap Korps Bhayangkara.
 
"Kita enggak perlu buat laporan polisi (LP), lagi menindak lanjuti LP yang sudah ada kata Tim Siber dan nanti kita akan dipanggil sebagai saksi," kata Fajri di Polda Metro Jaya, Kamis, 9 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, perbuatan Permadi sudah merupakan tindakan pidana umum. "Polda sudah mengatakan kalau ini temuan (Tim) Siber ya tanpa laporan masyarakat pun polisi bertindak. Itu kan tindak pidana umum, ya tanpa laporan polisi boleh bertindak," kata Fajri.
 
Fajri mengaku akan dipanggil sebagai saksi oleh polisi. Ia pun bersedia meluangkan waktu kapan pun. Saat berkonsultasi di Polda, Fajri sempat memberikan bukti cuplikan video berupa pernyataan-peryataan Permadi yang menyebut revolusi.
 
"Tadi saya menunjukan beberapa video yang diunggah di beberapa YouTube. Itu yang berpotensi menyulut kebencian orang yang membaca dan melihat," ungkap Fajri.
 
Baca: Penyebar Hoaks Jokowi PKI Ditangkap
 
Fajri menyoroti kalimat-kalimat yang dilontarkan oleh Permadi dalam video tersebut. Menurut dia, kalimat itu menakuti masyarakat Indonesia.
 
"Kalimat pertama yang saya soroti (dalam video itu) bahwa kita ini, negara ini sudah dikendalikan oleh Cina. Orang berkulit putih itu yang mengendalikan bangsa ini dan akan menjajah bangsa ini," tutur Fajri.
 
Kemudian, pada kalimat kedua Permadi juga mengajak publik untuk tidak tunduk kepada konstitusi Indonesia. "Kita harus revolusi, harus bubarkan negara ini," tukas dia.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif