Ketua Mahkamah Agung (MA) M Hatta Ali menyampaikan laporan saat Sidang Pleno Istimewa Laporan Tahunan Mahkamah Agung Tahun 2018, di JCC, Jakarta. (Foto: MI/Ramdani)
Ketua Mahkamah Agung (MA) M Hatta Ali menyampaikan laporan saat Sidang Pleno Istimewa Laporan Tahunan Mahkamah Agung Tahun 2018, di JCC, Jakarta. (Foto: MI/Ramdani)

MA Cetak Rekor Penanganan Perkara

Nasional Mahkamah Agung RI
Damar Iradat • 27 Februari 2019 15:50
Jakarta: Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali menyebut institusinya mencetak sejumlah rekor baru pada 2018. Tercatat, jumlah perkara yang diputus oleh MA dan badan peradilan di bawahnya sebanyak 17.638 perkara.
 
"MA berhasil melampui semua target bahkan semua mencatat rekor baru sebagai yang terbaik sepanjang sejarah MA," ujarnya dalam sambutan Sidang Pleno Laporan Tahunan MA di JCC, Jakarta, Rabu, 27 Februari 2019.
 
Ia menjelaskan parameter kinerja penanganan perkara di MA meliputi jumlah perkara yang diputus, jumlah sisa perkara, rasio produktivitas dalam memutus perkara, dan jumlah perkara yang diputus sesuai dengan jangka waktu yang ditetapkan. Selain itu, jumlah perkara yang diminutasi dan dikirim kembali ke pengadilan asal dan rasio penyelesaian perkara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia melanjutkan pada 2018 ada 18.544 perkara yang masuk ke MA. Sejumlah perkara itu terdiri atas perkara yang masuk sebanyak 17.156 perkara dan sisa pada 2017 sebanyak 1.388 perkara.
 
Baca juga: Presiden Dukung MA Memperbaiki Sistem Peradilan
 
Dari beban tersebut, MA memutus sebanyak 17.638 perkara. Sehingga sisa perkara pada 2018 sebanyak 906 perkara.
 
"Dengan demikian, rasio produktivitas memutus MA pada 2018 sebesar 95,9 persen," lanjut Hatta.
 
Selain itu, menurut Hatta, persentase tersebut lebih tinggi dari indikator kinerja utama yang ditetapkan, yakni 70 persen. Dibandingkan dengan 2017, jumlah perkara yang diterima meningkat 10,65 persen.
 
Tidak hanya itu, jumlah beban perkara meningkat 3,82 persen, jumlah perkara yg diputus meningkat 7,07 persen, dan sisa perkara berkurang 34,73 persen. Hatta melanjutkan rasio produktivitas memutus meningkat 2,89 persen.
 
Baca juga:Presiden Sebut Keberhasilan MA Jadi Kunci Kemajuan Indonesia
 
Ia menambahkan sejumlah perkara itu diputus dengan jumlah hakim agung yang relatif sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Sekalipun jumlah perkara yang diterima tahun 2018 merupakan terbanyak dalam sejarah MA.
 
"Tetapi MA tetap mampu memutus perkara dengan jumlah terbanyak, sehingga sisa perkara tahun 2018 merupakan jumlah terkecil dalam sejarah MA," ujarnya.
 
Terakhir, kata dia, dari sisi ketepatan waktu, sepanjang 2018, MA telah memutus on time process dalam jangka waktu 1-3 bulan sebanyak 16.911 perkara dari 17.638 perkara. Jika dipersentasi, angka itu mencapai 96,3 persen.
 
"Berarti melampaui target yang ditetapkan sebesar 75 persen," tandasnya.
 

(MEL)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif