Hukuman Dokter Bimanesh Diperberat
Terdakwa Bimanesh Sutarjo - MI/Putri Yuliani.
Jakarta: Pengadilan Tinggi DKI Jakarta (PT DKI Jakarta) memperberat hukuman dokter Bimanesh Sutarjo. Hukuman terdakwa kasus merintangi penyidikan atas perkara korupsi KTP-el yang semula hanya 3 tahun penjara itu diperberat menjadi 4 tahun penjara.

"Selanjutnya tim jaksa penuntut umum akan mempelajari putusan tersebut," kata jaksa KPK M Takdir Suhan saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin, 5 November 2018.

Putusan ini dibacakan Hakim Tinggi Ester Siregar pada 25 Oktober 2018 lalu. Bimanesh dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja merintangi penyidikan terhadap tersangka korupsi.


Bimanesh juga dihukum membayar denda Rp300 juta subsider 3 bulan kurungan. Dalam putusan itu, hakim tinggi menilai, ada unsur kesengajaan dalam tindak pidana yang dilakukan Bimanesh.

Menurut hakim, Bimanesh sengaja menyalahgunakan kewenangan sebagai dokter untuk menghalangi penyidikan yang dilakukan KPK terhadap tersangka Setya Novanto. Hakim menganggap perbuatan Bimanesh tercela dan menodai citra dan wibawa dunia kedokteran yang jujur dan berintegritas, maka hukuman Bimanesh perlu diperberat.

(Baca juga: Bimanesh Merasa Dijebak Oleh Fredrich)

Majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta sebelumnya menjatuhkan hukuman 3 tahun penjara terhadap Bimanesh Sutarjo. Dia juga diwajibkan membayar denda Rp150 juta subsider 1 bulan kurungan.

Bimanesh terbukti bersama-sama dengan pengacara Fredrich Yunadi telah melakukan rekayasa agar Setya Novanto dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Hal itu dalam rangka menghindari pemeriksaan oleh penyidik KPK.

Bimanesh terbukti melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.





(REN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id