LPSK Tawarkan Perlindungan ke Baiq Nuril
LPSK - Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.
Jakarta: Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menawarkan perlindungan kepada Baiq Nuril korban pelecehan seksual yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Mahkamah Agung. LPSK sering menangani korban kriminalisasi Undang-undang ITE. 

"Kami akan tawarkan perlindungan pada Bu Nuril, dalam perspektif kami ini upaya proaktif agar bisa meyakinkan pada Nuril. Kita akan memberikan perlindungan agar proses hukum berjalan semestinya," kata Wakil Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 21 November 2018.

LPSK mengaku akan datang ke Mataram menemui beberapa saksi kunci kasus ini. LPSK meminta para saksi tak takut memberikan kesaksiannya. 


"Kami harap para korban berani bersaksi. Ini yang selalu kami dorong. Karena tindak pidana bisa menjadikan kita sebagai korban. Oleh karena itu kesadaran terhadap korban bisa hidup dan jadi pedoman bagi kita untum punya kepedulian pada korban," tutur dia. 

Kasus yang menjerat Nuril, kata Hasto, hanya segelintir kasus masyarakat awam yang terjerat UU ITE. Di mana korbannya adalah masyarakat awam, berbalik dengan penggugat yang rata-rata pejabat negara dan orang profesional. 

(Baca juga: Mahfud: Vonis Baiq Nuril Bisa Dianulir Lewat PK)

"Artinya UU ITE justru memberi fasilitasi pada elite masyarakat yang melakukan tindakan-tindakan yang berkaitan dengan ITE ini," pungkas dia. 

Pengadilan Negeri Tinggi kota Mataram telah memvonis Nuril tidak bersalah dari tuduhan pelaku. Namun MA ternyata mengabulkan kasasi jaksa penuntut umum (JPU). Nuril divonis enam bulan penjara dengan denda Rp500 juta pada Senin, 11 November 2018. 

Nuril merupakan mantan pegawai honorer di SMA 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ia dituduh menyebarluaskan rekaman asusila yang dilakukan Kepala Sekolah SMA tersebut kepada dirinya.






(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id