Ilustrasi persidangan. Medcom.id/Aria Triyudha
Ilustrasi persidangan. Medcom.id/Aria Triyudha

Hakim Cecar Atet Handiyana Soal Penggelapan Uang PT Indocertes

Juven Martua Sitompul • 18 Maret 2022 18:12
Jakarta: Sidang perkara dugaan penyekapan seorang pengusaha Depok, Atet Handiyana Juliandri Sihombing, oleh anggota TNI pada akhir 2021 terus bergulir. Kasus ini diduga berkaitan dengan penggelapan dana PT Indocertes yang diduga dilakukan Atet.
 
Anggota TNI yang diduga menyekap Atep telah ditetapkan sebagai terdakwa. Kasus itu memasuki babak menguji bukti dan kesaksian pihak-pihak terkait perkara. Dalam persidangan lanjutan kasus ini, Kamis, 17 Maret 2022, majelis hakim Pengadilan Militer II-08 Jakarta mencecar Atet soal tuduhan penggelapan uang PT Indocertes.
 
Kepada majelis hakim, Atet menceritakan kronologis dugaan penyekapan Lettu Chb HS yang bermula dari pemberian uang senilai Rp41 miliar dari KS selaku pemilik (owner) PT Indocertes.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Apa iya uang sebesar Rp41 miliar diserahkan kepada orang bahkan disampaikan bahwa silakan uang itu dipakai untuk beli apa aja. Itu yang jadi pertanyaan buat saya," kata Hakim Anggota Kapten Chk Nurdin Rukka dalam persidangan di Pengadilan Militer, Cakung, Jakarta.
 
Hakim juga mempertanyakan mengenai kejanggalan penyerahan uang tunai dalam jumlah besar itu tanpa adanya bukti seperti kwitansi ataupun saksi seperti yang diungkapkan Atet dalam persidangan. Menjawab pertanyaan hakim, Atet mengatakan bahwa dirinya pernah bertanya kepada KS mengenai maksud dari pemberian uang Rp41 miliar.
 
"Saya mempertanyakan ke beliau, Bu ini uang apa? Uang perusahaan, uang pribadi atau uang apa. Udah kamu pakai saja," ujar Atet menirukan perkataan KS.
 
Atet menyebut uang Rp41 miliar itu diberikan dalam dua kali penyerahan. Pertama, pada Juli 2021 sebesar Rp10 miliar dan kedua pada Agustus 2021 sebesar Rp31 miliar. Penyerahan uang itu tak lama setelah dirinya diangkat menjadi Direktur Utama PT Indocertes.
 
Atet mengatakan uang tersebut sempat digunakan membeli sejumlah aset seperti rumah dan mobil. Hingga akhirnya terjadi kasus dugaan penyekapan terhadap Atet dan istri di Hotel Margo pada 25-27 Agustus 2021 yang menyeret Lettu Chb HS sebagai terdakwa.
 
Terdakwa Lettu Chb HS menyangkal keterangan Atet yang menyebut dirinya melakukan penyekapan. Termasuk pengancaman dengan senjata api hingga penganiayaan seperti yang diungkapkan Atet dalam sidang.
 
"Saya tidak pernah membawa senjata. Saya hanya masuk kamar (Atet) satu kali pada tanggal 26. Selama saya berbicara dengan saksi saya tidak pernah menggunakan nada keras. Tidak pernah mengancam," ujar Lettu Chb HS.
 
Letkol Chk Heru Purnomo selaku penasihat hukum Lettu Chb HS juga mempertanyakan kejanggalan dugaan penyekapan seperti yang diutarakan Atet. “Masa disekap bisa bebas pesan makan, bebas bawa handphone?” tanya Heru.
 
Baca: Pelaku Penganiayaan Hingga Tewas di Malang Terancam 7 Tahun Penjara
 
Sidang lanjutan pemeriksaan saksi kasus dugaan penyekapan terhadap Atet akan dilanjutkan pada Selasa, 22 Maret 2022.
 
Oditur Militer Letkol Chk Upen Jaya Kusuma sebelumnya mendakwa Lettu Chb HS terlibat melakukan penyekapan terhadap Atet Handiyana di Hotel Margo pada 25 sampai 27 Agustus 2021. Dalam dakwaannya, Oditur Militer menyatakan oknum anggota TNI AD yang terlibat penyekapan bukan hanya Lettu Chb HS melainkan ada beberapa warga sipil lain yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Satreskrim Polres Metro Depok.
 
Lettu Chb HS didakwa tiga pasal berlapis meliputi dua pasal KUHPidana, yaitu Pasal 333 ayat 2 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dan satu pasal terkait Keputusan Panglima TNI.
 
Kasus ini berawal dari dugaan penggelapan uang oleh Atet Handiyana. Manajemen PT Indocertes kemudian mengadukan kecurigaan terhadap penggelapan uang tersebut kepada pihak intel TNI AD.
 
Penyebabnya, Atet mengaku memberikan sejumlah uang PT Indocertes kepada beberapa petinggi TNI AD. Lettu Chb HS kemudian ditugaskan mengklarifikasi kepada Atet soal pencatutan nama-nama petinggi TNI AD. Upaya klarifikasi ini kemudian justru berbuntut pada dugaan penyekapan Atet.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif