Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menolak gugatan praperadilan Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) terhadap Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi. Foto: Medcom.id/Chandra
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menolak gugatan praperadilan Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) terhadap Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi. Foto: Medcom.id/Chandra

Gugatan MAKI Terhadap Mendag Lutfi Ditolak

Nasional kasus korupsi Penegakan Hukum Pemberantasan Korupsi M.Lutfi Mafia Minyak Goreng
Candra Yuri Nuralam • 25 April 2022 12:13
Jakarta: Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menolak gugatan praperadilan Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) terhadap Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi. Hakim menilai praperadilan terlalu prematur.
 
"Mengadili, menolak permohonan para pemohon," kata Hakim tunggal praperadilan Dewa Ketut Kartana di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin, 25 April 2022.
 
Hakim menilai MAKI terlalu dini melakukan gugatan terhadap Lutfi. Pasalnya, tudingan MAKI terkait dugaan adanya permainan dari penyebab kelangkaan minyak goreng di Indonesia belum masuk ke tahap penyidikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Permohonan para pemohon mengajukan praperadilan sangat prematur oleh karena itu permohonan para pemohon haruslah ditolak," ujar Dewa.
 
Baca: Ini Total Kerugian Negara Akibat Mafia Minyak Goreng
 
Pihak termohon dan pemohon tidak diberatkan biaya perkara. Biaya perkara nihil.
 
Muhammad Lutfi digugat karena dilatarbelakangi fenomena langkanya minyak goreng yang diduga melibatkan pengusaha atau mafia. Mereka diduga menimbun minyak goreng.
 
Terhadap kondisi tersebut, kata Boyamin, Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) selaku penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) mestinya melakukan penyidikan atas kasus langka dan mahalnya minyak goreng. Padahal, terdapat 73 penyidik yang dinilai mampu melakukan penyidikan.
 
Muhammad Lutfi disebut sudah mengantongi nama para calon tersangka pelaku penimbun minyak goreng. Mekanisme penimbunan minyak goreng yang dilakukan calon tersangka juga sudah diketahui.
 
Calon tersangka mestinya diungkap pada Senin, 21 Maret 2022. Namun, Muhammad Lutfi tidak kunjung mengumumkan.
 
(DEV)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif