Mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi. Foto: Medcom.id/Damar Iradat
Mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi. Foto: Medcom.id/Damar Iradat

KPK Panggil Lagi Gamawan Fauzi

Nasional kasus korupsi
M Sholahadhin Azhar • 18 November 2019 10:44
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan eks Menteri Dalam negeri Gamawan Fauzi. Ia akan diperiksa terkait kasus korupsi proyek Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Sulawesi.
 
"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin, 18 November 2019.
 
Febri mengatakan Gamawan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Sekretariat Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Dudy Jocom. KPK juga memanggil staff PT Hutama Karya, Mohamad Anas untuk kasus yang sama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ini merupakan kali kedua KPK meminta keterangan Gamawan. Ia pernah diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi pembangunan gedung Kampus IPDN tahap II Rokan Hilir, Riau Tahun Anggaran 2011, pada Januari 2019.
 
Dudy Jocom ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan empat kampus IPDN di Sulawesi Selatan dan kampus IPDN di Sulawesi Utara. KPK juga menetapkan dua tersangka lain, yakni Kepala Divisi Gedung atau Kepala Divisi I PT Waskita Karya, Adi Wibowo dan Kepala Divisi Konstruksi VI PT Adhi Karya, Dono Purwoko.
 
Dudy melalui kenalannya diduga menghubungi beberapa kontraktor untuk menginformasikan proyek IPDN. Selanjutnya, para pihak menggelar pertemuan di sebuah kafe di Jakarta.
 
Pertemuan itu menyepakati pembagian proyek. Proyek IPDN di Sulawesi Selatan digarap Waskita Karya, sedangkan PT Adhi Karya menggarap proyek IPDN di Sulawesi Utara. Dudy Jocom cs diduga meminta fee 7 persen dari setiap proyek.
 
Akibat perbuatan Dudy cs, negara rugi Rp21 miliar. Nilai kerugian itu berdasarkan kekurangan pekerjaan pada dua proyek, senilai Rp11,18 miliar untuk proyek IPDN di Sulawesi Selatan, dan Rp9,378 miliar untuk proyek kampus IPDN di Sulawesi Utara.
 
Dudy Jocom, Adi Wibowo, dan Dono Purwoko disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif