Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo - Medcom.id/Ilham Pratama Putra.
Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo - Medcom.id/Ilham Pratama Putra.

Otak Serangan Terorisme di Indonesia-Filipina Didanai Asing

Nasional terorisme
Kautsar Widya Prabowo • 23 Juli 2019 16:46
Jakarta: Otak serangan terorisme di Indonesia hingga Filipina, Saefulah alias Chaniago mendapat kiriman dana dari luar negeri. Setidaknya, dana Rp413.169.857 diterima dari 12 pihak.
 
"Aliran dana dari Trinidad Tobago ada tujuh kali, dari Maldives satu kali, Venezuela satu kali, Jerman dua kali dan Malaysia sekali," jelas Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 23 Juli 2019.
 
Dedi menyebut dana itu dikirim melalui Western Union sejak Maret 2016 hingga September 2017. Uang digunakan Saefulah melancarkan teror di Sibolga, Sumatera Utara hingga Gereja Katolik di Filipina. Saefulah juga menggunakan dana itu untuk membeli senjata hingga membiayai anggota ke Khorasan, Afganistan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


(Baca juga:Terduga Teroris Penghubung JAD Indonesia-Afganistan Ditangkap)
 
Dedi menyebut Polri telah berkoordinasi dengan kepolisian negara-negara sahabat mengejar Saefulah. Saat ini Saefulah terpantau berada di Khorasan, Afganistan, pascakekalahan ISIS di Suriah.
 
Polri intens berkoordinasi dengan sejumlah negara sahabat untuk menangkap Saefulah. Kerja sama dilakukan dengan Polisi Diraja Malaysia, Filipina hingga Afganistan.
 
"Termasuk beberapa negara lain seperti Amerika Serikat dan sebagainya," ucap Dedi.
 
Sebelumnya, Densus 88 Antiteror menangkap Novendri hran alias Abu Jundi sekitar pukul 21.59 WIB, Kamis, 18 Juli 2019. Ia ditangkap di Jalan Perintis Kemerdekaan, Padang, Sumatera Barat.
 
Hasil pemeriksaan menyebut Novendri dikendalikan Saefulah yang menjadi otak sejumlah penyerangan di Indonesia dan luar negeri. Saefulah masuk daftar pencarian orang (DPO). Ia diperkirakan berada di Afganistan.
 
"Saat ini kekuatan ISIS sudah mengarah ke suatu daerah, yaitu di Khorasan, Afghanistan. Ini daerah abu-abu, daerah perbatasan yang tidak bisa dikontrol oleh satu pemerintah, itu sebabnya mereka kuat di situ," tutur Dedi.
 
Selain itu Dedi menyebut Novendri sempat mendapatkan aliran dana dari Abu Saedah yang masuk DPO dan terkoneksi dengan Saefulah. Uang tersebut diduga untuk melakukan aksi terorisme.
 
"Abu Saedah ini perannya menyuruh (Novendri) bertemu di Bogor dan memberikan uang ke Novendri Rp18 juta dari mastermind-nya (Saefulah) itu," tutur dia.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif