Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Terduga Teroris Sukoharjo Minta Foto Tak Dipajang

Nasional terorisme
Cindy • 17 Oktober 2019 07:02
Jakarta: Kakak kandung terduga teroris Jaelani dan Abdul Karim, Kustati, menyebut tak ada tingkah aneh dari adiknya. Keduanya hanya sempat meminta keluarga untuk tak memajang foto mereka sesaat sebelum merantau.
 
"Selama ini, Jaelani dan Abdul Karim merupakan sosok yang baik di mata keluarga dan di lingkungannya. Mereka tidak melakukan gerakan yang mencurigakan," kata Kustati seperti dilansir Antara, Rabu, 16 Oktober 2019.
 
Menurut dia, Jaelani dan Abdul Karim dilahirkan di Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.Keduanya ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jaelani dan Abdul Karim hanya mengenyam pendidikan di bangku sekolah dasar (SD). "Selama ini, yang saya ketahui keduanya bekerja di Jakarta sebagai penjual es jeruk," ucap Kustati.
 
Sementara itu, orang tua terduga teroris, Sodikun, mengatakan baru mengetahui kalau Jaelani dan Abdul pindah ke Sukoharjo belum lama ini. Keluarga mendengar kabar kedua anaknya ditangkap Densus 88 Antiteror dari adik iparnya sekitar pukul 11.00 WIB.
 
"Jaelani terakhir berkomunikasi dengan keluarga sekitar seminggu lalu dan hanya menanyakan perihal pekerjaan di Sukoharjo," imbuh Sodikun.
 
Jaelani dan Abdul Karim dibekuk Densus 88, Selasa, 15 Oktober 2019. Petugas menggeledah indekos Abdul Karim di Jalan Tegal Permai, Gang Buntu, Dusun Tegalrejo, Desa Purbayan, Kecamatan Baki, Sukoharjo, Rabu siang.
 
Anggota Densus 88 juga menyisir indekos istri kedua Abdul Karim, Siti Nur Hayati. Penggeledahan dibantu tim Indonesia Automatic Finger Print Identification System (Inafis) Polres Sukoharjo dipimpin oleh AKP Guntur.
 
Barang bukti yang disita dari Kamar Indekos Kirana yang dihuni Abdul Karim adalah ponsel, buku catatan, dan sebilah pisau. Barang bukti yang disita dari kamar Kirana nomor 2 yang dihuni Jelani meliputi sebilah pedang, dua ponsel, serta tiga catatan gambaran rangkaian elektronik.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif