Sidang Nurdin Basirun. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Sidang Nurdin Basirun. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Gubernur Nonaktif Kepri Didakwa Menerima Suap Rp158 Juta

Nasional kasus suap
Fachri Audhia Hafiez • 04 Desember 2019 13:05
Jakarta: Gubernur nonaktif Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun didakwa menerima suap Rp45 juta dan SGD11 ribu (Rp113,8 juta). Suap terkait pemulusan izin pemanfaatan ruang laut di kawasan Kepri.
 
"Telah melakukan beberapa perbuatan yang ada hubungannya sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai perbuatan berlanjut sebagai orang yang melakukan atau turut serta melakukan selaku pegawai negeri atau penyelenggara negara," kata jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Asri Irwan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 4 Desember 2019.
 
Suap diduga diterima pada April-Juli 2019. Uang rasuah itu berasal dari dua pengusaha, Kock Meng dan Johannes Kodrat. Kemudian, seorang swasta atau nelayan bernama Abu Bakar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Asri menyebut suap diberikan agar Nurdin menandatangani surat izin prinsip pemanfaatan ruang laut Nomor: 120/0796/DKP/SET tertanggal 7 Mei 2019. Pemanfaatan laut berada di lokasi Piayu Laut, Batam atas nama pemohon Kock Meng seluas 6,2 hektare.
 
Nurdin juga memuluskan surat izin pemanfaatan ruang laut nomor 120/0945/DKP/SET tertanggal 31 Mei 2019. Lokasi di Pelabuhan Sijantung, Jembatan Lima atas nama pemohon Abu Bakar seluas 10,2 hektare.
 
"Kemudian rencana memasukkan kedua izin prinsip tersebut ke dalam daftar rencana peraturan daerah rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil," ujar Jaksa Asri.
 
Nurdin didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana.
 
Nurdin tidak mengajukan eksepsi atau nota keberatan terkait dakwaan jaksa. Sidang akan dilanjutkan dengan agenda pembuktian saksi-saksi pada Rabu, 11 Desember 2019.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif