Gedung Kejaksaan Agung. Foto: MI/M Irfan
Gedung Kejaksaan Agung. Foto: MI/M Irfan

Legislator Dukung Lelang Jabatan di Kejaksaan

Nasional kejaksaan agung
Media Indonesia • 03 Desember 2019 23:07
Jakarta: Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mendukung langkah Kejaksaan Agung yang akan melelang jabatan kepala Kejaksaan Negeri dan Kejaksaan Tinggi. Hal itu disebut sebagai langkah progresif yang bertujuan membangun profesionalisme.
 
Menurutnya, upaya itu akan menciptakan kompetisi sehat bagi setiap jaksa yang kompeten. "Ini sebuah terobosan dalam membuka ruang profesionalisme bagi jaksa dalam membangun karier," kata Sahroni, Selasa, 3 Desember 2019.
 
Politisi Partai NasDem ini juga meyakini lelang jabatan bisa mempermudah institusi dalam menjaring jaksa-jaksa yang berintegritas. Setidaknya, bisa membantu membangun kejaksaan lima tahun ke depan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jaksa Agung akan sangat terbantu menyeleksi kualitas sumber daya manusia bawahannya," kata dia.
 
Meski begitu, ia tetap meminta Jaksa Agung mengawasi secara ketat pelaksanaan visi dan misi para calon. "Jangan sampai kesempatan besar ini disalahgunakan untuk kepentingan pribadi maupun kroninya. Besar harapan kita sistem lelang jabatan ini akan memperkuat integritas kejaksaan," tuturnya.
 
Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin akan menggelar lelang jabatan untuk posisi kajari dan kajati. Lelang jabatan di kejaksaan di wilayah DKI akan menjadi proyek percontohan. Jika berhasil, program lelang jabatan akan diberlakukan di seluruh Indonesia.
 
Hal ini diungkap Jaksa Agung saat Rapat Kerja Nasional Kejaksaan Agung RI, siang tadi, di Bogor, Jawa Barat. Uji publik lelang jabatan tersebut akan digelar di Jakarta pada 16 Desember.
 
"Lelang jabatan syaratnya tentu jaksa. Jika dari instansi lain mau ngikut boleh, asalkan jaksa dan memenuhi kriteria," jelas Burhanuddin.
 

(UWA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif