Ilustrasi KPK - MI.
Ilustrasi KPK - MI.

KPK Periksa Aspidum Kejati DKI

Nasional OTT KPK
Juven Martua Sitompul • 29 Juni 2019 10:31
Jakarta: Asisten Bidang Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta, Agus Winoto memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Agus diperiksa terkait kasus suap yang melibatkan dua jaksa Kejati DKI.
 
"Tadi sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, Aspidum sudah berada di KPK. Ia diantar oleh Jamintel," kata juru bicara KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, Jakarta, Sabtu, 29 Juni 2019.
 
Menurut Febri, Agus akan dimintai keterangan terkait dugaan aliran suap kepada sejumlah jaksa Kejati DKI. "Selanjutnya kami melakukan pemeriksaan untuk yang bersangkutan terkait dugaan penerimaan suap," ujarnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Febri mengatakan penyidik dan kelima pimpinan akan melakukan gelar perkara kasus suap yang dibongkar melalui operasi tangkap tangan (OTT) ini. Status hukum terhadap pihak-pihak yang ditangkap bakal ditentukan hari ini.
 
"Pagi ini dijadwalkan gelar perkara dan setelah itu akan disampaikan hasil penyelidikan ini melalui konferensi pers siang atau sore ini," pungkasnya.
 
Baca:KPK Sita 21.000 Dolar Singapura Terkait OTT Jaksa
 
KPK menangkap dua jaksa Kejati DKI bersama dua pengacara dan satu pihak swasta yang beperkara. Kelima orang ini terjaring operasi tangkap tangan (OTT) karena diduga terlibat praktik rasuah terkait penanganan perkara penipuan yang ditangani Kejati DKI.
 
Jaksa yang ditangkap berinisial YP dan anak buahnya berinisial Y. YP diketahui menjabat setingkat Kepala Seksi di Kejati DKI.
 
Dari operasi senyap ini, tim satgas KPK mengamankan barang bukti uang sebanyak SGD21.000. Kemungkinan uang itu bertambah karena masih penghitungan.
 
Lembaga antirasuah belum menjelaskan detail perkara yang melibatkan dua jaksa Kejati DKI dan tiga orang lainnya. Alasannya, pemeriksaan para terduga pelaku masih berlangsung di Gedung Merah Putih KPK.
 
Lembaga superbody bakal merunut perkara ini dalam konferensi pers yang digelar, Sabtu, 29 Juni 2019. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak uang ditangkap.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif