: Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (tengah) siap memberikan keterangan usai diperiksa Bareskim Polri di Mabes Polri, Jakarta, Senin (7/11) - ANT/Hafidz Mubarak
: Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (tengah) siap memberikan keterangan usai diperiksa Bareskim Polri di Mabes Polri, Jakarta, Senin (7/11) - ANT/Hafidz Mubarak

4 Anggota DPR Antar Ahok ke Bareskrim bukan untuk Intervensi

Nasional kasus hukum ahok
Al Abrar • 10 November 2016 21:42
medcom.id, Jakarta: Empat Anggota DPR RI dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan. Mereka dituduh menyalahi kode etik dengan mendampingi Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama saat diperiksa di Bareskrim terkait dugaan tindak pidana penistaan agama pada 7 November.
 
Mereka adalah anggota Komisi III DPR dari Fraksi Demokrat Ruhut Sitompul; Junimart Girsang dan Trimedya Panjaitan dari Fraksi PDIP, serta anggota Komisi I DPR dari PDIP Charles Honoris.
 
Lantas apa tanggapan mereka?

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ruhut Sitompul tak mau ambil pusing atas laporan tersebut. Kata Ruhut, kehadirannya di Bareskrim Mabes Polri mendampingi Ahok sebagai juru bicara tim sukses pemenangan Ahok-Djarot. Bukan sebagai anggota DPR.
 
"Dari mana aku mau disalahain, semua orang juga tahu aku ini juru bicara Ahok. Kebetulan saja yang aku jagokan dilaporkan ke polisi. Jadi ya aku temenin dong," kata Ruhut, saat dihubungi, Kamis (10/11/2016).
 
Namun, jika memang ditemukan unsur kesalahan pun, Politikus Partai Demokrat ini tak ambil pusing. Sebab dirinya telah mengundurkan diri. Baik jabatannya di DPR maupun di Partai Demokrat.
 
"Enggak masalah, aku kan lagian mau mundur, jadi enggak akan berpengaruh," ujar Ruhut.
 
Dihubungi terpisah, Anggota DPR dari Fraksi PDIP Junimart Girsang mempertanyakan laporan oleh Koalisi Penegak Citra DPR ke MKD. Menurut dia, dirinya bersama tiga orang anggota DPR lainnya tidak pernah melakukan pendampingan.
 
"Kita jangan terlalu membabi buta melaporkan seseorang tanpa dasar hukum yang jelas," kata Junimart.
 
Junimart menjelaskan, kedatangan dirinya atas perintah partai. Apalagi di DPP PDIP dirinya menjabat sebagai kepala badan bantuan hukum dan advokasi PDIP. Tak hanya itu, kedatangannya ke Bareskrim lantaran adanya permintaan dari Ahok sendiri.
 
"Dari DPP memerintahkan agar melakukan koordinasi dengan badan bantuan hukum karena saya kepala badan bantuan hukum di DPP PDIP untuk berkoordinasi dengan para advokat di badan bantuan hukum. Pak Ahok sendiri meminta agar didampingi pada Senin pukul 8 pagi," ujar Junimart.
 
Saat di Bareskrim, Junimart menjelaskan, dia hanya mengantarkan para advokat yang mendampingi Ahok yang dimintai klrafikasi soal dugaan pensitaan agama. "Siang kita pulang. Pak Ahok terus diperiksa. Jadi tak pernah melakukan pendampingan ataupun hak kepengacaraan. Kami hanya sebagai sebagai petugas partai dan permintaan Pak Ahok mengantarkan para lawyer dampingi dia," ucap Junimart.
 
Bantah Mengintervensi
 
Anggota DPR Cahrles Honoris membantah kehadirannya di Bareskrim sebagai bentuk intervensi. Dia bilang, kehadiran anggota DPR sebagai kewajiban partai serta menjalankan tugas sebagai tim sukses pemenangan calon urut nomor 2.
 
"Jadi tidak ada pelanggaran etika apalagi sampai intervensi apapun terhadap proses di Bareksim," kata Charles.
 
Menurut Charles, siapa saja berhak hadir mendampingi Ahok, tak soal meski dia anggota DPR. Sebab kasus dugaan pensitaan agama yang didiga dilakukan Ahok masih dalam proses penyelidikan.
 
"Sehingga tidak ada aturan, ini kan masih proses klarifikasi, kami hanya mengantarkan pak Ahok, dan kita dipersilakan menonton video di sana," beber Charles.
 
"Jadi kami membantah seperti yang dituduhkan sebagai pengacara, kami hanya mengantar sebagai petugas partai," pungkas dia.
 

(REN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif