Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly. ANT
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly. ANT

Yasonna Tak Puas dengan Program Pemulangan Napi

Nasional tahanan napi Virus Korona
Fachri Audhia Hafiez • 20 April 2020 23:08
Jakarta: Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), Yasonna H Laoly, meminta jajarannya mengevaluasi kebijakan asimilasi dan integrasi warga binaan di tengah pandemi virus korona (covid-19). Sebab banyak napi yang bebas tapi kembali berulah.
 
"Ke depan, semua warga binaan kasus pencurian yang akan mendapat program asimilasi harus dipantau lagi rekam jejaknya. Apabila ada yang tidak benar, jangan diberikan asimilasi karena dapat merusak muruah dari program ini," ujar Yasonna dalam keterangan tertulis, Jakarta, Senin, 20 April 2020.
 
Yasonna meminta warga binaan yang sudah dibebaskan untuk diawasi dengan ketat. Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham juga diminta mengecek langsung ke keluarga tempat warga binaan yang menjalani asimilasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya minta seluruh Kakanwil memantau program ini 24 jam setiap harinya," tegas Yasonna.
 
Politikus PDIP itu menyebut pengulangan tindak pidana para napi masih terbilang rendah. Namun, dia meminta evaluasi tetap dilakukan untuk memulihkan rasa aman di masyarakat.
 
"Dari 38 ribu lebih warga binaan yang dibebaskan lewat program ini, asumsikan saja 50 orang yang kembali melakukan tindak pidana. Angka pengulangan ini sebenarnya masih sangat rendah, bahkan jauh di bawah rate residivisme sebelum covid-19 ini,” ujar Yasonna.
 
Baca: Dua Hari Asimilasi, Residivis Obrak-abrik Restoran
 
Program pembebasan napi diatur dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 10 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi bagi Narapidana dan Anak dalam rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid -19. Alasan memberikan asimilasi dan integrasi pada warga binaan itu ialah menyelamatkan mereka dari ancaman menyebarnya covid-19.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif